Selasa, Mac 21, 2017

10 Kerugian Kerana Tinggalkan Qiyamullail

ماذا يخسر المسلم اذا ترك قيام الليل؟

💔 الخسارة الأولى:
يفقد لقب عباد الرحمن :
الفرقان 64
💝 ( وعباد الرحمن الذين يمشون على الأرض هوناً .....وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا)

Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati; dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka

💔 الخسارة الثانية:
يفقد لقب المتقين :

💝 ( إن المتقين في جنات وعيون... كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ * وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ)

الزاريات 17
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).
 💔 الخسارة الثالثة:
يخسر لقب القانت وأولي الألباب :
الزمر 9
💝 (أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ. يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ)
Apakah kamu hai orang-orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

💔 الخسارة الرابعة:
يخسر المقام المميز للقائمين :
آل عمران 113
💝 (لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ)
Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada segolongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedangkan mereka juga bersujud (salat).

💔 الخسارة الخامسة:
يخسر فرصته في اجابة الدعاء  كما منحها ربنا لزكريا :
آل عمران 39
💝 (فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ)
Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedangkan ia tengah berdiri salat di mihrab (katanya), "Sesungguhnya Allah menggembirakan kalian dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi serta keturunan orang-orang saleh

💔 الخسارة السابعة:
يخسر أن لا تُذهب حسناته سيئاته فمن أحد شروطها أن أقيم الصلاة زلفاً من الليل:
هود 114
💝 (وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ)
Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat

💔 الخسارة الثامنة:
يخسر أن لا يبعثه ربي مقاماً محموداً :
الاسراء 79
💝 (وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا)
Dan pada sebagian malam hari, salat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

💔 الخسارة التاسعة:
يخسر الرضى الذي وعد به ربي عزوجل :
طه 130
💝(... وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ)
Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya; dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.

💔 الخسارة العاشرة:
يخسر عناية الله التي يوليها لمن يراه قائماً بالتوكل عليه:
الشعرا 217 - 219
💝 (وتوكل على العزيز الرحيم الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ * وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ)
Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk salat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.

💔 الخسارة الحادية عشر:
يخسر الصبرلحكم الله ولا يكون ممن يقال لهم (فإنك بأعيننا) :
الطور 48 - 49
💝 (وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ * وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَإِدْبَارَ النُّجُومِ)
Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri, dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).

💔 الخسارة الثانية عشر:
يخسر ما أخفى الله  للقائمين من قرة أعين
السجدة 17
💝 (فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)
Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

💝(إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ ...)

فهل ياترى بعد كل هذه الخسائر الفادحة  سنضيع قيام الليل؟
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك ياحي يا قيوم
اللهم اجعلنا من الخاشعين والمتمسكين بأداء صلاة الليل يارب يامجيب ..

🌺ارسلها لمن تحب🌺

Isnin, Mac 20, 2017

Sifat2 Buruk Dipaparkan Al Quran

TERGESA-GESA
Sifat dasar manusia yang buruk yang kelima adalah sifat ‘Tergesa-gesa’. Allah Ta’ala menjelaskan tentang sifat ini dalam dua ayat berikut:
QS.   Al-‘Isra’ [17] : 11
وَكَانَ ٱلْإِنسَٰنُ عَجُولًا
Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.

Allah SWT menjelaskan bahwa manusia itu mempunyai sifat tergesa-gesa, yaitu apabila ia menginginkan sesuatu sesuai dengan kehendak hatinya, maka tertutuplah pikirannya untuk menilai apa yang diinginkannya itu, apakah bermanfaat bagi dirinya, ataukah merugikan. Hal itu semata-mata didorong oleh sifat-sifat tergesa-gesa untuk mencapai tujuannya, tanpa dipikirkan dengan pemikiran yang matang terlebih dahulu. Hal ini menunjukkan bahwa pada umumnya manusia itu tertarik pada keadaan lahiriah dari sesuatu tanpa meneliti hakikat dan rahasia dari sesuatu itu lebih mendalam.

QS.  Al-‘Anbya’ [21] : 37
خُلِقَ ٱلْإِنسَٰنُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُو۟رِيكُمْ ءَايَٰتِى فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ
Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa manusia dijadikan sebagai makhluk yang bertabiat suka tergesa-gesa dan terburu nafsu. Kemudian “Allah memperingatkan kaum kafir agar mereka jangan meminta disegerakannya azab yang diancamkan kepada mereka, karena Allah pasti akan memperlihatkan” kepada mereka tanda-tanda dari azab-azab-Nya itu.
Di sini dapat kita lihat, bahwa Allah melarang manusia untuk bersifat tergesa-gesa, minta segera didatangkannya sesuatu yang belum tiba saatnya, akan tetapi pasti datangnya. Di samping itu Allah menerangkan, bahwa sifat tersebut sudah dijadikan sebagai salah satu sifat pada manusia. Ini berarti, bahwa walaupun sifat tergesa-gesa itu sudah dijadikan-Nya sebagai salah satu sifat pada manusia namun manusia diberinya kemampuan untuk menahan diri dan melawan sifat tersebut, lalu membiasakan diri dengan sifat ketenangan dan kesabaran atau mawas diri.

Sifat tergesa-gesa dan terburu nafsu selalu menimbulkan akibat yang tidak baik serta merugikan diri sendiri atau orang lain, yang akhirnya menyebabkan rasa penyesalan yang tak berkesudahan. Sebaliknya, sikap tenang, sabar, berhati-hati dan mawas diri dapat menyampaikan seseorang kepada apa yang ditujunya, dan mencapai sukses yang gemilang dalam hidupnya.

Itulah sebabnya Al-Quran selalu memuji orang-orang bersifat sabar, dan menjanjikan kepada mereka bahwa Allah senantiasa akan memberikan perlindungan, petunjuk dan pertolongan kepada mereka. Sedang orang-orang yang-suka terburu nafsu. lekas marah, mudah dimasuki godaan iblis yang akan menjerumuskannya ke jurang kebinasaan, dan menyeleweng dari kebenaran.

Tantangan orang-orang kafir agar azab Allah segera didatangkan kepada mereka, dengan jelas menunjukkan ketidak percayaan mereka terhadap adanya azab tersebut, serta keingkaran mereka bahwa Allah kuasa menimpakan azab kepada orang-orang yang zalim.

KELUH KESAH
Sifat dasar manusia yang buruk yang keenam adalah sifat ‘Keluh kesah’. Allah Ta’ala menjelaskan tentang sifat ini dalam QS. Al-Ma`arij [70] ayat 19:
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
Pada ayat ini ditegaskan bahwa manusia itu bersifat suka berkeluh kesah dan kikir. Namun, sifat ini dapat diubah jika dituruti petunjuk Tuhan yang dinyatakan-Nya dalam ayat 22 s.d. 24 surah al-Ma’arij. Manusia yang menghindari petunjuk Tuhan dan seruan Rasul; mereka adalah orang-orang yang sesat.

Manusia sampai sesat dari jalan Allah karena ia bersifat tergesa-gesa, gelisah dan kikir itu, bukanlah merupakan ketentuan dari Allah terhadapnya, tetapi mereka menjadi mukmin atau menjadi kafir itu adalah karena usaha dan pilihan mereka sendiri. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT.:
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Dialah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir dan di antara kamu ada yang beriman Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S. At Taghabun: 2)
 Kepada manusia dibentangkan jalan yang lurus yang menuju kepada keridhaan Allah dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat sebagaimana yang disampaikan Rasulullah yang termuat dalam Al-Quran dan hadits. Di samping itu terbentang pula jalan yang sesat, jalan yang dimurkai-Nya yang menuju kepada tempat yang penuh derita dan sengsara di akhirat nanti. Manusia boleh memilih sa1ah satu dari kedua jalan itu; jalan mana yang akan ditempuhnya, apakah jalan yang lurus atau jalan yang sesat. Kemudian mereka diberi balasan nanti sesuai dengan pilihan mereka itu.

SUKA MELAWAN
Sifat dasar manusia yang buruk yang ketujuh adalah sifat ‘Melawan’. Allah Ta’ala menjelaskan tentang sifat ini dalam QS. Al-Kahf [18] ayat 54:
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِى هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ لِلنَّاسِ مِن كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَكَانَ ٱلْإِنسَٰنُ أَكْثَرَ شَىْءٍ جَدَلًا
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.

Sudah berbagai macam perumpamaan dikemukakan Allah di dalam Al-Quran, baik berupa perbandingan terhadap sesuatu atau pun berbentuk cerita. Hal ini dimaksudkan sebagai cermin perbandingan bagi manusia, sebab manusia itu mempunyai akal pikiran. Dari binatang-binatang kecil seperti nyamuk, semut, lalat dan lebah, sampai benda-benda alam yang besar seperti gunung-gunung dan samudra dijadikan contoh untuk menarik perhatian manusia.

Namun demikian, manusia itu adalah makhluk yang paling suka membantah. Artinya, ketika Allah menyadarkan akal pikiran dan budi luhurnya dengan berbagai macam perumpamaan itu, merekapun mencari-cari dalih untuk mengingkari dan tidak mau mematuhinya. Hal itu karena hawa nafsu, kesombongan dan tipu daya setan dan iblis. Dalam suatu hadits diriwayatkan bahwa Rasulullah saw datang kepada Ali dan Fatimah pada suatu malam lalu bertanya:
الا تصليان؟ فقلت يا رسول الله إنما أنفسنا بيد الله فإذا شاء أن يبعثنا بعثنا، فانصرف حين قلت ذلك ولم يرجع إلي شيءا ثم سمعته وهو مول يضرب فخذه ويقول: وكان الإنسان أكثر شيء جدلا
“Apakah kamu berdua salat? Maka saya (Ali) menjawab: “Hai Rasulullah, diri kami ini sesungguhnya ada di tangan Allah, kalau dia mau membangkitkan kami, tentu Dia sanggup membangkitkan kami. Maka beliau berpaling ketika saya mengucapkan itu, dan beliau tidak menjawab perkataan saya sedikitpun. Kemudian saya mendengar beliau memukul pahanya sendiri sambil berpaling dan mengucapkan: tetapi manusia itu adalah makhluk yang paling banyak membantah.” (H.R. Bukhari dari Ali Bin Abu Talib)

Yang dimaksud dalam ayat 54 ini sudah barang tentu orang-orang ingkar, yang kenyataannya memang banyak. Setelah cukup banyak macam perumpamaan dan kias perbandingan, tetapi ternyata manusia banyak yang ingkar, maka Allah memberikan ketegasan pada ayat-ayat ini.

SELALU ENGKARKAN ALLAH
Sifat dasar manusia yang buruk yang kedelapan adalah sifat ‘Sangat Ingkar kepada Tuhan’. Allah Ta’ala menjelaskan tentang sifat ini dalam dua ayat berikut:
QS.  Al-`Adiyat [100] : 6
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لِرَبِّهِۦ لَكَنُودٌ
Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya

Dalam ayat ini Allah menerangkan isi sumpah-Nya, yaitu: watak manusia adalah mengingkari kebenaran dan tidak mengakui hal-hal yang menyebabkan mereka harus bersyukur kepada penciptanya, kecuali orang-orang yang mendapat taufik membiasakan diri berbuat kebaikan dan menjauhkan diri dari kemungkaran. Telah diriwayatkan, bahwa Nabi SAW. bersabda:
الكنود هو الذي يأكل وحده ويضرب عبده ويمنع رفده
Orang yang mengingkari kebenaran adalah orang yang suka makan sendiri, memukul hamba sahayanya dan tak pernah memberi jamuan pada tamunya. (lihat Tafsir Al Maragi, hal. 223, juz 30, jilid X).

Maksudnya, dia tidak pernah menyedekahkan sesuatu yang diberikan Allah kepadanya, tidak menaruh iba kasihan kepada hamba Allah sebagaimana Allah kasihan kepadanya, seolah-olah mengingkari nikmat-nikmat Allah kepadanya serta menjauhi apa yang baik oleh akal dan agama.

Sifat yang terpendam dalam jiwa manusia ini menyebabkan ia tidak mementingkan apa yang terdapat di sekelilingnya, tidak menghiraukan apa yang akan datang dan lupa apa yang telah lalu. Dan bila Allah memberikan kepadanya sesuatu nikmat, dia terus bingung, hatinya menjadi bengis dan sikapnya menjadi kasar terhadap hamba-hamba Allah.
QS.  Al-`Adiyat [100] : 7
وَإِنَّهُۥ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ
Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa seorang manusia meskipun ia ingkar, aniaya dan tetap dalam keingkaran dan kebohongan, bila ia menanyakan tentang dirinya mesti ia akan kembali kepada yang benar. Dia mengaku: bahwa ia tidak mensyukuri nikmat-nikmat Tuhannya yang dianugerahkan kepadanya dan mengakui pula bahwa semua tindakannya adalah menentang dan mengingkari nikmat tersebut.
Ini adalah kesaksian sendiri atas keingkarannya, pengakuan tersebut lebih kuat daripada pengakuan yang timbul dari diri sendiri dengan lisan
Shukri Harun di 2/21/2016 06:06:00 PTG
Kongsi

Tiada ulasan:
Catat Ulasan
Pautan pada catatan ini
Buat Pautan



Laman utama
Papar versi web
Dikuasakan oleh Blogger.


8 Jenis Rezeki


*1.Rezeki Yang Telah Dijamin.*

‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

"Tidak ada satu makhluk melata pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya."
(Surah Hud : 6).

*2. Rezeki Kerana Usaha.*

‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).

*3. Rezeki Kerana Bersyukur.*

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(Surah Ibrahim : 7).

*4. Rezeki Tak Terduga.*

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

"Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(Surah At-Thalaq : 2-3).

*5. Rezeki Kerana Istighfar.*

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

*6. Rezeki Kerana Menikah.*

‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."
(Surah An-Nur : 32).

*7. Rezeki Kerana Anak.*

‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ

"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa' : 31).

*8. Rezeki Kerana Sedekah.*

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

"Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak."
(Surah Al-Baqarah : 245).

Semoga Allah sentiasa limpahkan kita dengan rezeki zahir dan batin yang dapat membantu perjalanan kita menuju Allah. Aamiin

Saat Matinya Seorang Abid


يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

"Pada hari itu, kamu semua dihadapkan (untuk hitungan amal); tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi (kepada Allah) dari perkara-perkara kamu yang tersembunyi" [Surah al-Haqqah 18]

#Kita semua akan mati. Kita akan dibawa mengadap Allah swt utk disoal siasat segala apa yg kita telah kerjakan sewaktu hidup di dunia. Tiada satu perkara pun yg dpt dielak atau disembunyikan samada kebaikan atau kejahatan. Semuanya akan terdedah dan didedah. Adakah kita telah bersedia utk semua itu. Selamat memikirkan masa depan kita!!

#Mari kita hayati kisah dibawah ini agar menjadi iktibar, pengajaran, persediaan sblm kita dimatikan.

Pada suatu masa dahulu terdapat seorang ‘abid tinggal di Basrah. Di saat dia menghampiri kematian, semua ahli keluarganya bersimpoh dan menangis di sisinya. Dia meminta mereka mendudukkannya. Setelah dia duduk, dia mengadap mereka satu persatu. Dia mengadap ayahnya sambil bertanya, kenapa ayah menangis? Ayahnya menjawab: "Wahai anakku, aku menangis kerana aku teringat selepas ini aku berpisah denganmu dan aku akan keseorangan tanpamu".

Dia mengadap ibunya dan bertanya, kenapa ibu menangis? Ibunya menjawab: "Aku menangis kerana pahitnya menanggung kehilanganmu, anakku".

Dia berpaling kepada isterinya dan bertanya, kenapa engkau menangis wahai isteriku? Isterinya menjawab: "Aku menangis kerana aku akan kehilangan kebaikanmu dan aku terpaksa berhajat kepada orang lain".

Dia berpaling kepada anak-anaknya dan bertanya mereka, kenapa kamu menangis wahai anak-anakku? Anak-anaknya menjawab: "Kami menangis kerana akan jadi anak yatim yang hina dan melarat selepas ketiadaan ayah"

Ketika itu dia merenung mereka seorang demi seorang. Dan diapun menangis. Mereka bertanya, kenapa pula engkau menangis? Dia menjawab: "Aku menangis kerana aku mendapati setiap orang daripada kamu menangis untuk dirinya, bukan untuk diriku"

*Tidak adakah di kalangan kamu yang menangis kerana mengenangkan panjangnya perjalananku nanti?

*Tidak adakah di kalangan kamu yang menangis kerana sedikitnya bekalanku?

*Tidak adakah di kalangan kamu yang menangis kerana aku akan berbaring di atas pasir (di dalam kubur) kegelapan keseorangan?

*Tidak adakah di kalangan kamu yang menangis kerana aku akan berdepan dengan perhitungan yang sengit?

*Tidak adakah di kalangan kamu yang menangis kerana aku akan berdiri di hadapan Tuhan segala tuhan-tuhan?

Habis saja kata-kata itu, diapun tersungkur. Ahli keluarganya menggerak-gerakkan, tapi sayang. Dia telah pergi meninggalkan mereka semua!!

♡Bersempena berada di Jumaat yg terakhir pd tahun 1437H, marilah kita bermuhasabah dan merenung keadaan kita sebelum dijemput Allah dan kehidupan yg perlu kita hadapi selepas mati. Bahagiakah kita atau meranakah kita??. Renung2kanlah!!♡

🐊Ust naim
Telegram
Klik link ini untuk JOIN    
bit.ly/tadabburkalamullah
 
https://m.facebook.com/ustazmuhamadnaim

Kisah Hauqalah


لا حول ولا قوة إلا بالله
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


ذهب عوف بن مالك الأشجعي إلى رسول الله عليه الصلاة والسلام
*_✒Suatu hari auf bin malik al-asyja'i mendatangi Rasulullah_*8
وقال له:
*_⤵  Lalu berkata kepadanya_* :

يا رسول الله، إن ابني مالكًا ذهب معك غازيًا في سبيل الله ولم يعد، فماذا أصنع؟ لقد عاد الجيش ولم يعد مالك رضي الله عنه
*_ya rasulullah,  anakku malik ikut perang fi sabilillah bersama engkau, namun ia belum pulang, apa yg harus saya perbuat?  padahal semua pasukan sudah pulang,  kecuali malik_*

قال رسول الله عليه الصلاة والسلام: ((يا عوف، أكثر أنت وزوجك من قول
⤴ *Rasulullah bersabda : kamu dan istrimu perbanyaklah mengucapkan* :
*لا حول ولا قوة إلا بالله)).

 وذهب الرجل إلى زوجته التي ذهب وحيدها ولم يعد، فقالت له: ماذا أعطاك رسول الله يا عوف؟
_⤵ *Ia pun kembali ke istrinya,  maka sang istri bertanya : apa yg diberikan Rasulullah kepadamu ya auf?*_

قال لها: أوصاني أنا وأنتِ بقول:
⤴_*Auf menjawab : beliau memberi saran kepada saya dan kamu agar mengucapkan*_ :
 لا حول ولا قوة إلا بالله.


ماذا قالت المرأة المؤمنة الصابرة؟
❓❓ *(Lihat)  Apa tanggapan wanita sholihah tersebut?*

قالت: لقد صدق رسول الله عليه الصلاة والسلام ،
⤴_*Wanita tersebut menjawab :  sungguh benar apa yg dikatakan Rasulullah*_

وجلسا يذكران الله بقول:
✅ *Maka keduanya duduk sambil zikir*
لا حول ولا قوة إلا بالله،


وأقبل الليل بظلامه، وطُرِق الباب،
🔦 *Malam pun tiba hingga gelap,  lalu ada yg mengetuk pintu*

وقام عوف ليفتح فإذا بابنه مالك قد عاد، ووراءه رؤوس الأغنام ساقها غنيمة
🚪 *Maka auf berdiri  untuk
 membukakan pintu,  ternyata adalah anaknya malik datng membawa rampasan perang*

فسأله أبوه: ما هذا؟
⤴_*Maka ayahnya bertanya : apa ini?*_
قال: إن القوم قد أخذوني وقيّدوني بالحديد وشدّوا أوثاقي،
⤵ *Ia menjawab : sungguh para musuh telah menangkapku dan mengikatku dg rantai sangat kencang*

فلما جاء الليل حاولت الهروب فلم أستطع لضيق الحديد وثقله في يدي وقدمي،
💡 *Ketika malam tiba,  aku berusaha kabur,  namun aku tdk bisa,  karena rantainya sangat kencang dan berat di tangan dan kakiku*

وفجأة شعرت بحلقات الحديد تتّسع شيئًا فشيئًا حتى أخرجت منها يديّ وقدميّ،
*✂ Tiba2 aku merasa ikatan rantainya melonggar sedikit demi sedikit,  sehingga aku bisa melepaskan tanganku dan kakiku*

وجئت إليكم بغنائم المشركين هذه،
💰 *Dan sekarang aku datang membawa harta rampasan kaum musyrikin*

فقال له عوف:
_⤴ *Auf bertanya lagi*_

يا بني، إن المسافة بيننا وبين العدو طويلة، فكيف قطعتها في ليلة واحدة؟!
_*Wahai anakku,  bukankah jarak kita dan musuh itu sangat jauh,  bagaimana kamu bisa kembali pulang dalam satu malam*_

 فقال له ابنه مالك:
*⤵ Maka ia menjawab*

يا أبت، والله عندما خرجت من السلاسل شعرت وكأن الملائكة تحملني على جناحيها.
*Wahai ayahanda,  demi Allah ketika aku lepas dari ikatan rantai,  aku merasa seakan akan malaikat membawaku dg sayapnya*

سبحان الله العظيم!
*Maha suci Allah yg maha agung*

وذهب عوف إلى رسول الله عليه الصلاة والسلام ليخبره،
📑 *Maka auf pun mendatangi rasulullah untuk menceritakan kabar tersebut*

وقبل أن يخبره قال له الرسول عليه الصلاة والسلام:
🌠 *Namun sebelum ia menyampaikan kabar tersebut,  Rasulullah bersabda*

 ((أبشر يا عوف، فقد أنزل الله في شأنك قرآنًا
*"Berbahagialah engkau wahai auf,  sungguh Allah telah menurunkan ayat Al-quran terkait urusanmu*"


:( وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا *
*🌈 "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.*"

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

 *🌈 "Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu )*"

اعرف ان لا حول ولا قوة الا بالله كنز من تحت عرش الرحمن
🌈 *Ketahuilah bahwa لا حول ولا قوة الا بالله  adalah harta mahal dr bawah singgasana Allah*

وهي دواء من ٩٩ داء ايسرهم الهم
🌈 *Ia juga merpakan obat untuk 99 penyakit,  penyakit terkecilnya adalah rasa gundah*

حتى اذا نويت نشر هذا الكلام
انوِي بها خير لعل الله يفرج لك بها كربة من كرب الدنياااا

⁉Bahkan ketika kamu hendak menshare tulisan ini,  niatkanlah dg baik,  semoga Allah memudahkan kesulitan anda

Aamiin.....!!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Khamis, November 24, 2016

MENAMAKAN ANAK-ANAK

Berkaitan dengan menamakan anak-anak terdapat hadits sohih Bukhari-Muslim berikut,
سَمُّوْا باسمي ولاتَكَنَّوْا بكنيتي، فإني أنا أبو القاسم
“Silakan memberi nama dengan namaku, namun jangan ber-kun-yah dengan kun-yah-ku. Kun-yah-ku adalah Abul Qasim” 2
Ulama menunjukkan hanya kebolehannya saja karena setelahnya ada larangan agar tidak bernama dengan nama kun-yah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Termasuk sunnah memberikan nama anak dengan nama Nabi dan orang shalih
Memang orang yang bernama “Muhammad” tidak memiliki keutamaan khusus. Akan tetapi bagi orang tua hendaknya bersemangat memberikan nama anak-anak mereka dengan nama Nabi dan orang shalih. Karena ini adalh contoh dari para sahabat, ulama dan merupakan sunnah. Merupakan sunnah memberi nama dengan nama para nabi terlebih nama nabi kita yang mulia “Muhammad” shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Demikian juga Imam Muslim membuat bab dalam Sohih Muslim
مسلم باب التسمي بأسماء الأنبياء والصالحين
“Bab (anjuran) memberi nama dengan nama para nabi dan orang-orang shalih”
Kemudian Imam Muslim membawakan hadits,
عن المغيرة بن شعبة. قال: لما قدمت نجران سألوني. فقالوا: إنكم تقرؤن: يا أخت هارون. وموسى قبل عيسى بكذا وكذا. فلما قدمت على رسول الله صلى الله عليه وسلم سألته عن ذلك. فقال (إنهم كانوا يسمون بأنبيائهم والصالحين قبلهم).
Dari Mughirah bin Syu’bah ia berkata : Ketika aku tiba di Najran, orang-orang bertanya kepadaku : ”Apakah engkau memahami ayat ”Hai Saudara perempuan Harun” (QS. Maryam : 28) sedangkan Musa itu hidup jauh sebelum jaman ’Isa. Apakah maksudnya begini dan begini ?”. Setelah aku bertemu dengan Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam dan menanyakan tentang hal tersebut, maka beliau menjawab : Kebiasaan mereka pada waktu itu memberi nama seseorang dengan nama para nabi atau orang-orang shalih sebelum mereka.3
Hal ini dijelaskan juga oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, beliau berkata,
قال سعيد بن المسيب: أحب الأسماء إلى الله أسماء الأنبياء، وفي تاريخ ابن أبي خيثمة أن طلحة كان له عشرة من الولد كل منهم اسم نبي وكان للزبير عشرة كلهم تسمى باسم شهيد.
Berkata Sa’id bin Musayyib: Nama yang paling dicintai Allah adalah nama para Nabi. Dalam kita sejarah dijelaskan bahwa sahabat Thalhah mempunyai sepuluh anak dan setiap anak bernama dengan nama nabi. Sahabat Az-Zubair juga memiliki sepuluh anak dan dinamakan dengan para syuhada.”4
Dan mengenai tuntunan dalam pemberian nama kepada anak, lebih jelasnya silakan simak artikel “Tuntunan Pemberian Nama (Nama-Nama yang Disunnahkan)“.
Nama-nama Nabi dan Rasul

Para nabi dan rasul Allah subhanahu wa ta’ala merupakan pemimpin anak Adam. Akhlaq mereka merupakan semulia-mulia akhlaq dan amalan mereka merupakan amalan yang paling suci sehingga bila menamai dengan nama mereka akan mengingatkan kita pada kemuliaan mereka.

Ulama telah bersepakat akan bolehnya memberi nama dengan nama mereka. (Syarhu Muslim oleh Imam Nawawi 8/437 dan lihat Maratibul Ijma’ hlm. 154-155)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri menamakan salah seorang anaknya dengan nama Nabi, sebagaimana sabda beliau:

وُلِدَلِي اللَّيْلَةَ غُلاَمُ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْمِ أَبِي إِبْرَاهِيْمَ

“Semalam telah lahir untukku seorang anak laki-laki, maka aku beri nama dengan nama moyangku, Ibrahim.” (HR Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

Yang paling afdhol dari nama para nabi adalah nama nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam hal ini beliau bersabda:

سَمُّوا بِاسْمِي وَلاَ تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي

“Namailah oleh kalian dengan namaku dan jangan berkunyah dengan kun-yahku.” (Hadits riwayat Al Bukhari 10/571-Fathul Bari, Muslim 14/359-Syarhun Nawawi, Abu Dawud 4965, Tirmidzi 2841, dll)


Nama-nama Orang Shalih

Al Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda:

إِنَّهُمْ كَانُوْا يُسَمُّوْنَ بِأَنْبِيَائِهِمْ وَالصَّالِحِيْنَ قَبْلَهُمْ

“Sesungguhnya mereka (umat-umat terdahulu) menamakan dengan nama para nabi mereka dan orang-orang shalih sebelum mereka.” (HR Muslim)

Nama-nama yang Sifatnya Benar

Nama anak dinilai mengandung sifat syar’i jika memenuhi dua syarat berikut ini:

Pertama, nama tersebut berasal dari bahasa Arab, sehingga tidak termasuk di dalamnya setiap nama ‘ajam (asing/non Arab), campuran, ataupun diserap ke dalam lisan Arab.

Kedua, nama tersebut baik maknanya secara bahasa dan syar’i, sehingga tidak boleh menamai dengan nama-nama yang mengandung unsur tazkiyyah (menganggap dirinya suci), celaan ataupun cercaan. Contoh nama yang mengandung tazkiyyah: Aflah (yang paling berhasil), Rabbah (yang paling beruntung), Yassar (yang paling mudah), Muthi’ah (perempuan yang taat). Contoh nama yang mengandung celaan: ‘Ashiyah (wanita yang bermaksiat).


Khamis, Oktober 13, 2016

Bandingkan Dirimu Dengan Rasulullah SAW

💠 *بسم الله الرحمن الرحيم*💠 
 *بسم الله الرحمن الرحيم
```Bila aku tak suka pada rasa makananku aku teringat pada baginda
Muhammad  
yang pernah meletakkan batu pada keliling perutnya untuk menahan lapar```

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ {155} الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.  (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”[101]. (Al Baqarah: 155-156)


```Bila aku merasa pakaian ku cuma sedikit aku teringat pada baginda    Muhammad
yang hanya punya dua helai baju seumur hidupnya```

QS 7. Al A'raaf:26-27 

يَـٰبَنِىۤ آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ 
يَـٰبَنِىۤ ءَادَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَٰتِهِمَآ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا ٱلشَّيَـٰطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ 

"Hai anak Adam[umat manusia], sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa[selalu bertakwa kepada Allah] itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. " 


```Bila aku merasa tidak selesa akan tempat pembaringan ku aku teringat pada baginda Muhammad
yang tidur hanya beralas pelepah kurma dan kain kasar dalam hidupnya```

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ (23

Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan,” [Qs. Ar-rum:23]


```Apabila aku menjadi begitu kedekut untuk memberi dan berkongsi dengan orang lain ..

aku teringat pada baginda Muhammad
yang pernah memberi segala-galanya sehingga dia hampir tiada apa-apa untuk dirinya```


```Bila aku fikir betapa miskinnya hidupku, aku teringat pada baginda
Muhammad
yang begitu cinta pada orang miskin dan ingin bersama si miskin di syurga, ia menaikkan semangatku```

```Bilaa aku kecewa pada mereka yg banyak menyakiti aku, aku teringat pada baginda
Muhammad
yang sentiasa memaafkan sesiapa shj yg berbuat jahat padanya```
```Bila aku berfikir tentang mereka yg membenci aku, aku teringat pada baginda
Muhammad
yang sentiasa berdoa untuk orang-orang yang telah menghina nya```


```Bila orang lain tidak berterima kasih pada tiap kebaikan yang aku lakukan pada mereka, aku teringat pada baginda
Muhammad yang mengingatkan aku bahawa ganjaran yg hebat hanya dari Allah SWT```

```Bila tiada siapa menyayangi aku, aku teringat pada baginda
Muhammad
yang mencintaiku semenjak beribu tahun dulu```

```Apabila aku berfikir betapa sengsaranya hidup aku..
aku teringat pada Baginda
Muhammad
yang menempuh segala kepayahan hidup demi nikmat Iman dan Islam pada ummatnya yg dicintai & dan itu bagai cas positif yang menguatkan aku !```

*Assalamualaika ya Rasulullah*
*Assalamualaika ya habiballah*
*Selawat dan salam keatas baginda junjungan besar , contoh terbaik sepanjang zaman . Terima Kasih Ya Rasulullah untuk nikmat iman dan islam . Syafaatkan daku di akhirat nanti*

*Kerinduan padamu takkan pernah padam selamanya pada mu Ya Habiballah*
 *Muhammad s.a.w*
*اللهم صل على محمد وآل محمد*

💠💠💠💠💠💠

*# sungguh indah nukilan ini...*
  *Sebak bila membacanya..*.😢😎

Ahad, Oktober 09, 2016

Wafat Hassan Basri

قال رجل لابن سيرين: رأيت كأن طائرًا آخذًا الحسن حصاه في المسجد فقال ابن سيرين: إن صدقت رؤياك مات الحسن قال: فلم يلبث إلا قليلا حتى مات. 

Seorang lelaki datang kepada Ibnu Sirin dan menceritakan tentang mimpinya, katanya "Aku melihat burung menyambar tongkat Hassan Basri di Masjid!"

Kata Ibnu Sirin : "Jika mimpimu benar sesungguhnya Hassan Basri akan wafat!"

Tidak berapa lama dari tarikh mimpi lelaki tersebut, wafatlah Hassan Basri.

MENCURI WANG ANAK SENDIRI


*Seorang lelaki datang kepada Rasulullah Saw mengadukan ayahnya yang menghabiskan uang miliknya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya* .

Rasulullah Saw memanggil ayah orang itu ke hadapan beliau. Ketika lelaki jompo itu datang dengan tertatih-tatih bersandar pada tongkatnya, Rasulullah Saw bertanya: 

*“Betulkah kau mengambil uang anakmu tanpa seizinnya?”*

“Wahai Nabi Allah,” lelaki itu menangis, “ketika aku kuat dan anakku lemah, ketika aku kaya dan dia miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali utk memberi makan kepadanya, bahkan terkadang aku membiar kan diriku kelaparan asalkan dia bisa makan." 

*"Sekarang aku telah tua dan lemah sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya. Dia mulai menyembunyikan uangnya dariku"*

"Dahulu aku menyediakan makan untuknya tapi sekarang dia hanya menyiapkan makan untuk dirinya. Aku tak pernah  seperti dia memperlakukan aku." 

"Jika saja aku masih sekuat dulu, aku masih akan merelakan uangku untuk dia.”

*Ketika mendengar hal ini, air mata Rasulullah  Saw jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa janggutnya yang suci* . 

“Baiklah,” Rasulullah Saw berkata, “Habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang  itu milikmu…”

Saudara-saudaraku,

*Apakah orang tua Anda masih hidup?? Ingat, surga Anda ada di bawah telapak kaki mereka. Mungkin kesempatan Anda untuk berbakti kepada mereka tidak begitu lama lagi.  Sangat dianjurkan Anda yang tinggal jauh dari orang tua, pulanglah. Temui dan pandang wajah mereka dgn penuh cinta yang tulus, karena boleh jadi wajah itu tidak akan lama lagi menghilang dari pandangan Anda untuk selama-lamanya..* .

Mengerikan: Inilah Barisan-barisan Manusia di Akhirat Kelak. Anda di Barisan Dimana?

a

Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra mengadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong jelaskan kepadaku mengenai firman Allah SWT: Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris” (Surah an-Naba’:18)

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepada aku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri….”
Maka dijelaskanlah oleh Rasulullah ke 12 barisan tersebut :-
BARISAN PERTAMADi iring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KEDUADiiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KETIGAMereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KEEMPATDiiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jualbeli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka…”
BARISAN KELIMADiiring dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KEENAMDiiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KETUJUHDiiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KELAPANDiiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KESEMBILANDiiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KESEPULUHDiiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang derhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KESEBELASDiiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KEDUA BELASMereka diiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka,datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal salih dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…” (situslakalaka.com)

Rabu, September 21, 2016

KISAH PERUNTUH MASJID BABRI MEMELUK ISLAM

BERAPA ramai di antara kita masih mengingati tragedi ummah yang berlaku pada tahun 1992? Iaitu pada tarikh 6 Disember tahun itu, Masjid Babri di Ayodhya, India tidak dapat dipertahankan dan diselamatkan apabila institusi suci umat Islam itu dimusnahkan oleh puak pelampau Hindu.
Seramai 150,000 pejuang nasionalis Hindu yang tidak dapat dihalang memusnahkan masjid itu dalam konflik berpanjangan perebutan antara Hindu dan Muslim di India.
Salah seorang pelampau Hindu atau lebih tepat, dalang untuk meruntuh dan memusnahkan Masjid itu merupakan seorang pemuda yang bernama Shive Prasad berasal dari Faisabad, iaitu daerah di mana terletaknya masjid itu.
Prasad ialah ketua sebuah parti politik Bajrang Dal yang diberi kepercayaan dan tanggungjawab ‘suci’ untuk mengetuai hampir 4,000 penduduk kampungnya, Kar Sevak bagi memastikan masjid itu akhirnya runtuh.
Tindakan melampau untuk meruntuhkan masjid purba itu telah dirancang dengan baik oleh Prasad. Beliau memberi arahan dan latihan yang secukupnya kepada para pengikutnya seramai 4,000 orang itu bagi memastikan rancangan itu berjaya.
Satu tindakan yang melanggar undang-undang apatah lagi menghormati perasaan penduduk Islam yang lain.
Sedangkan masjid itu merupakan salah sebuah masjid terbesar di negeri Uttar Preadesh, utara India dengan bilangan umat Islamnya seramai 31 juta orang.
Pada hari kejadian itu, Prasad tidak sahaja menceroboh masuk malah berjaya memanjat kubah besar masjid dan bersama pengikut-pengikut yang lain mereka berjaya menawan masjid itu. Kemudian bersorak gembira apabila mereka akhirnya berjaya meruntuhkan kubah dan keseluruhan masjid tersebut.
Mereka melaung-laungkan perkataan “Ram! Ram!” sebagai tanda kemenangan kononnya masjid itu akhirnya berjaya jatuh ke tangan pelampau Hindu.
Prasad puas hati kerana berjaya mengembalikan hak penganut Hindu yang kononnya masjid Babri itu dibina atas tapak kuil, yang dibina bagi memperingati tempat kelahiran tuhan mereka yang bernama Rama.
Namun tujuh tahun selepas kejadian itu, pada tarikh yang sama kejadian runtuhan Masjid Babri itu, Prasad akhirnya sujud memohon ampun kepada Allah atas ‘kejahatan’ beliau terhadap Masjid Babri itu. Malah beliau berpuasa dan menyesali sehingga mengalir air mata memohon Allah mengampuninya yang tergamak meruntuhkan rumah ibadat itu.
Kuasa Allah
Ya, pada tarikh 6 Disember 1999 itu, dengan kuasa Allah, Prasad memeluk Islam dan menukar namanya kepada Mohammed Mustafa.
Berita pengislaman pemuda itu disiarkan oleh Malayalam News keesokan harinya iaitu pada 7 Disember 1999 yang kemudiannya dipetik oleh Arab News Publications di Arab Saudi.
Berita itu amat mengejutkan apabila melihat sendiri latar belakang Prasad, terutama bapanya, Trigal Ramanathan merupakan Ketua Puak Sangh Parivar di mana seluruh puak itu terbabit secara aktif dalam usaha meruntuhkan Masjid Babri.
Menurut pemuda ini, sejak kejadian runtuhan masjid itu, Prasad dihantui perasaan bersalah sehingga begitu menekan jiwanya. Walaupun pada tangannya masjid itu akhirnya runtuh, namun ia tidak menjanjikan kedamaian berikutan beliau merasakan telah melakukan satu dosa yang amat besar.
Mungkin dengan keluar dari India, Prasad mengharap beliau tidak lagi diburu oleh perasaan bersalah itu. Lalu beliau mencari pekerjaan di Sharjah salah sebuah negara anggota Emiriah Arab Bersatu (UAE).
Namun fikirannya masih tidak tenang walaupun beliau menyibukkan diri dengan pekerjaan dan suasana yang baru di negara itu.
Sehinggalah pada 4 Disember tahun 1998, pada hari itu beliau berjalan seorang diri di sebatang jalan di bandar Sharjah. Secara tiba-tiba beliau terdengar suara khatib dari sebuah masjid berhampiran. Menariknya, khutbah itu disampaikan dalam bahasa Urdu dan beliau dapat mengikuti khutbah itu dengan jelas.
Prasad berhenti untuk mendengar khutbah itu dan alangkah terkejutnya pemuda ini apabila sang khatib menyebutkan bahawa Allah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, mampu mengubahkan hati-hati yang tidak mempercayai kewujudan-Nya selama ini.
Sejurus mendengar khutbah itu sehingga akhir, semacam satu perasaan yang tenang menyelinap masuk ke hatinya. Malah seolah-olah telah tercabut satu beban besar yang selama ini menyebabkan fikirannya menjadi begitu serabut.
Segala puji-pujian terhadap Allah yang akhirnya telah memberi hidayah dan membukakan hatinya walaupun dirinya telah melakukan kesalahan yang lazimnya sukar untuk diterima apatah lagi dapat dimaafkan.
Namun berita Prasad memeluk Islam itu tidak sahaja menimbulkan kemarahan keluarga. Malah akibat tidak dapat menanggung malu, Prasad akhirnya dibuang oleh keluarganya sendiri. Beliau tidak dibenarkan pulang semula ke India, kalaupun dia pulang juga maka nyawanya akan terancam.
Berita pengislaman Prasad itu juga menyebabkan parti-parti politik dan pelbagai pertubuhan Hindu yang menyokong tindakan beliau beliau meruntuhkan Masjid Babri turut marah dan mengancam untuk membunuhnya tanpa mengira masa dan tempat.
Namun apa pun ancamannya Prasad tetap teguhkan imannya terhadap Islam. Islam menjadikan beliau seorang manusia ‘baru’ yang dahagakan kebenaran sehinggakan dalam tempoh yang masih baru mengenal Islam beliau berjaya menghabiskan bacaan dan mempelajari 17 surah dalam al-Quran. Malah beliau bersungguh-sungguh untuk khatam kitab suci itu.
Cita-citanya kini adalah untuk berkongsi kebenaran mengenai Islam dengan orang lain termasuk ahli-ahli keluarganya sendiri.
“Kalau itu diizinkan Allah, bukan soal dosa saya akhirnya tertebus sudah.
“Tetapi sekurang-kurangnya itulah sumbangan saya terhadap Islam di samping perbuatan saya itu juga telah melukakan hati jutaan umat Islam dan saya mahukan mereka juga memaafkan saya dengan sekurang-kurangnya saya membina semula apa yang telah saya runtuhkan,” ujarnya sayu