***
Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri menunjukkan kata-kata lemah lembut***
Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yg menimbulkan persangkaan maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk padanya***
“Hendaklah kalian menghisab diri kalian pada hari ini, karena hal itu akan meringankanmu di hari perhitungan,”
(Shifatush Shafwah, I/286) Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
Tidak ada ertinya Islam tanpa jemaah dan tidak ada ertinya jemaah tanpa pemimpin dan tidak ada ertinya pemimpin tanpa ketaatan***
Aku tidak pedulikan atas keadaan susah atau senangku kerana aku tidak tahu manakah diantara keduanya yang lebih baik dariku***
"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar," Sayyidina Umar bin Khattab RA***
"Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku," Sayyidina Umar bin Khattab RA***
“Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai,” (Al Bayan wa At Tabyin III/ 126) Sayyidina Umar bin Khattab RA***
Kalau kita bermewah-mewah di dunia akan kurang ganjarannya di akhirat***
“Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya,” (Ihya’ Ulumuddin 4/203) Sayyidina Umar bin Khattab RA***
Apabila engkau melihat orang yang berilmu mencintai dunia, maka curigailah ia mengenai agamanya, kerana orang yang mencintai sesuatu ia akan menyibukkan diri dengan apa yang dicintainya itu***
“Duduklah dengan orang-orang yang bertaubat, sesungguhnya mereka menjadikan segala sesuatu lebih berfaedah,” (Tahfdzib Hilyatul Auliya I/71) Sayyidina Umar bin Khattab RA***
"Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rizki yang lebih baik daripada sabar," Sayyidina Umar bin Khattab RA***
"Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki," Sayyidina Umar bin Khattab RA***
"Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya," Sayyidina Umar bin Khattab RA***
"Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga," Sayyidina Umar bin Khattab RA***
"Manusia yang berakal ialah manusia yang suka menerima dan meminta nasihat," Sayyidina Umar bin Khattab RA***
"Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan keadaan kamu sekarang karena mereka telah dijadikan Tuhan untuk zaman yang bukan zaman engkau," Sayyidina Umar bin Khattab RA***
Jika engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya.***
Bila engkau hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah perutmu dahulu. Karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut.***
Bila engkau hendak memuji seseorang, pujilah Allah. Karena tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain Allah.***
Jika engkau ingin meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab apabila engkau meninggalkannya, berarti engkau terpuji.***
Bila engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiaplah untuk mati. Karena jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi ,dan penuh penyesalan.***
Bila engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau tidak akan memperolehnya kecuali dengan mecarinya...
Ahad, Oktober 29, 2017
Khamis, Oktober 26, 2017
Sampainya Hadiah Bacaan Al-qur’an untuk mayyit (Orang Mati)
Copy paste
Setelah sebelumnya menyuguhkan gambaran mengenai pendapat yang lemah dan yang kuat, dengan kesimpulan bahwa bacaan Qur'an sampai kepada mayyit adalah pendapat yang kuat. dan juga telah memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi pada qoul dalam madzhab Syafi'i, maka sekarang kami perjelas mengenai hujjah yang kuat tersebut serta kembali memberikan gambaran mengenai qoul dalam madzhab Syafi'iiyah.
1. Hadits tentang wasiat ibnu umar tersebut dalam syarah aqidah Thahawiyah Hal :458 :
2. Hadits dalam sunan Baihaqi danan isnad Hasan
3. Hadits Riwayat darulqutni
4. Hadits marfu’ Riwayat Hafidz as-salafi
5. Hadits Riwayat Thabrani dan Baihaqi
6. Hadits riwayat Abu dawud, Nasa’I, Ahmad dan ibnu Hibban:
1. Berkata Muhammad bin Ahmad al-Marwazi :
2. Berkata Syaikh AIi bin Muhammad Bin Abil lz :
3. Berkata Ibnu Taymiyah :
Di atas adalah kitab ibnu taimiah berjudul majmuk fatawa jilid 24 pada halaman 324. Ibnu taimiah ditanya mengenai seseorang yang bertahlil, bertasbih,bertahmid ,bertakbir dan menyampaikan pahala tersebut kepada simayat muslim lantas ibnu taimiah menjawab amalan tersebut sampai kepada si mayat dan juga tasbih,takbir dan lain-lain zikir sekiranya disampaikan pahalanya kepada si mayat maka ianya sampai dan bagus serta baik.
Manakala Wahhabi menolak dan menkafirkan amalan ini. maka dii atas pula adalah kitab ibnu tamiah berjudul majmuk fatawa juz 24 pada halaman 324.ibnu taimiah di tanya mengenai seorang yang bertahlil 70000 kali dan menghadiahkan kepada si mayat muslim lantas ibnu taimiah mengatakan amalan itu adalah amat memberi manafaat dan amat baik serta mulia.
4. Berkata Ibnu Qayyim al-Jauziyah:
Berkata Ibnu qayyim al-jauziyah dalam kitabnya Ar-ruh : “Al Khallal dalam kitabnya Al-Jami’ sewaktu membahas bacaan al-qur’an disamping kubur” berkata : Menceritakan kepada kami Abbas bin Muhammad ad-dauri, menceritakan kepada kami yahya bin mu’in, menceritakan kepada kami Mubassyar al-halabi, menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ala’ bin al-lajlaj dari bapaku : “ Jika aku telah mati, maka letakanlah aku di liang lahad dan ucapkanlah bismillah dan baca permulaan surat al-baqarah disamping kepalaku karena seungguhnya aku mendengar Abdullah bin Umar berkata demikian.
Ibnu qayyim dalam kitab ini pada halaman yang sama : “Mengabarkan kepadaku Hasan bin Ahmad bin al-warraq, menceritakan kepadaku Ali-Musa Al-Haddad dan dia adalah seorang yang sangat jujur, dia berkata : “Pernah aku bersama Ahmad bin Hanbal, dan Muhammad bin Qudamah al-juhairi menghadiri jenazah, maka tatkala mayyit dimakamkan, seorang lelaki kurus duduk disamping kubur (sambil membaca al-qur’an). Melihat ini berkatalah imam Ahmad kepadanya: “Hai sesungguhnya membaca al-qur’an disamping kubur adalah bid’ah!”. Maka tatkala kami keluar dari kubur berkatalah imam Muhammad bin qudamah kepada imam ahmad bin Hanbal : “Wahai abu abdillah, bagaimana pendapatmu tentang Mubassyar al-halabi?. Imam Ahmad menjawab : “Beliau adalah orang yang tsiqah (terpercaya) , apakah engkau meriwayatkan sesuatu darinya?. Muhammad bin qodamah berkata : Ya, mengabarkan kepadaku Mubasyar dari Abdurahman bin a’la bin al-laj-laj dari bapaknya bahwa dia berwasiat apabila telah dikuburkan agar dibacakan disamping kepalanya permulaan surat al-baqarah dan akhirnya dan dia berkata : “aku telah mendengar Ibnu Umar berwasiat yang demikian itu”. Mendengar riwayat tersebut Imam ahmad berkata : “Kembalilah dan katakan kepada lelaki itu agar bacaannya diteruskan (Kitab ar-ruh, ibnul qayyim al jauziyah).
5. Berkata Syaikh Hasanain Muhammad makhluf, Mantan Mufti negeri mesir : “ Tokoh-tokoh madzab hanafi berpendapat bahwa tiap-tiap orang yang melakukan ibadah baik sedekah atau membaca al-qur’an atau selain demikian daripada macam-macam kebaikan, boleh baginya menghadiahkan pahalanya kepada orang lain dan pahalanya itu akan sampai kepadanya.
6. Imam Sya’bi ; “Orang-orang anshar jika ada diantara mereka yang meninggal, maka mereka berbondong-bondong ke kuburnya sambil membaca al-qur’an disampingnaya”. (ucapan imam sya’bi ini juga dikutip oleh ibnu qayyim al jauziyah dalam kitab ar-ruh hal. 13).
7. Berkata Syaikh Ali Ma’sum : “Dalam madzab maliki tidak ada khilaf dalam hal sampainya pahala sedekah kepada mayyit. Menurut dasar madzab, hukumnya makruh. Namun ulama-ulama mutakhirin berpendapat boleh dan dialah yang diamalkan. Dengan demikian, maka pahala bacaan tersebut sampai kepada mayyit dan ibnu farhun menukil bahwa pendapat inilah yang kuat”. (hujjatu ahlisunnah wal jamaah halaman 13).
8. Berkata Allamah Muhammad al-Arobi: Sesungguhnya membaca al-qur’an untuk orang-orang yang sudah meninggak hukumnya boleh (Malaysia : Harus) dan sampainya pahalanya kepada mereka menurut jumhur fuqaha islam Ahlusunnah wal-jamaah walaupun dengan adanya imbalan berdasarkan pendapat yang tahqiq . (kitab majmu’ tsalatsi rosail).
9. Berkata Imam Qurthubi : “telah ijma’ ulama atas sampainya pahala sedekah untuk orang yang sudah mati, maka seperti itu pula pendapat ulama dalam hal bacaan al-qur’an, doa dan istighfar karena masing-masingnya termasuk sedekah dan dikuatkan hal ini oleh hadits : “Kullu ma’rufin shadaqah / (setiapkebaikan adalah sedekah)”. (Tadzkirah al-qurtubi halaman 26).
Begitu banyaknya Imam-imam dan ulama ahlusunnah yang menyatakan sampainya pahala bacaan alqur’an yang dihadiahkan untuk mayyit (muslim), maka tidak lah kami bisa menuliskan semuanya dalam risalah ini karena khawatir akan terlalu panjang.
Untuk menjelaskan hal ini marilah kita lihat penuturan imam Nawawi dalam Al-adzkar halaman 140 : “Dalam hal sampainya bacaan al-qur’an para ulama berbeda pendapat. Pendapat yang masyhur dari madzab Syafei dan sekelompok ulama adalah tidak sampai. Namun menurut Imam Ahmad bin Hanbal dan juga Ashab Syafi'i berpendapat bahwa pahalanya sampai. Maka lebih baik adalah si pembaca menghaturkan doa : “Ya Allah sampaikanlah bacaan yat ini untuk si fulan…….”
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam madzab syafei terdapat dua qaul dalam hal pahala bacaan :
Dalam menanggapai Qaul Masyhur tersebut pengarang kitab Fathul Wahhab yakni Syaikh Zakaria Al-Anshari mengatakan dalam kitabnya Jilid II/19 :
Dan mengenai syarat-syarat sampainya pahala bacaan itu Syaikh Sulaiman al-Jamal mengatakan dalam kitabnya Hasiyatul Jamal Jilid IV/67 :
Hal senada juga diungkapkan oleh Syaikh Ahmad bin Qasim al-Ubadi dalam Hasyiah Tuhfatul Muhtaj Jilid VII/74 :
1. Hadis riwayat muslim :
“Jika manusia, maka putuslah amalnya kecuali tiga : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya”
2. Firman Allah surat an-najm ayat 39 :
“ Atau belum dikabarkan kepadanya apa yang ada dalam kitab nabi musa dan nabi Ibrahim yang telah memenuhi kewajibannya bahwa seseorang tidak akan memikul dosa orang lain dan bahwasanya tiada yang didapat oleh manusia selain dari yang diusahakannya”.
3. Dalil mereka dengan Surat al-Baqarah ayat 286 :
“Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kesanggupannya. Baginya apa yang dia usahakan (daripada kebaikan) dan akan menimpanya apa yang dia usahakan (daripada kejahatan)”.
4. Dalil mereka dengan surat yasin ayat 54 :
“ Tidaklah mereka diberi balasan kecuali terhadap apa yang mereka kerjakan”.
Setelah sebelumnya menyuguhkan gambaran mengenai pendapat yang lemah dan yang kuat, dengan kesimpulan bahwa bacaan Qur'an sampai kepada mayyit adalah pendapat yang kuat. dan juga telah memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi pada qoul dalam madzhab Syafi'i, maka sekarang kami perjelas mengenai hujjah yang kuat tersebut serta kembali memberikan gambaran mengenai qoul dalam madzhab Syafi'iiyah.
A. Dalil-dalil Hadiah Pahala Bacaan
1. Hadits tentang wasiat ibnu umar tersebut dalam syarah aqidah Thahawiyah Hal :458 :
" Dari ibnu umar Ra. : "Bahwasanya Beliau berwasiat agar diatas kuburnya nanti sesudah pemakaman dibacakan awa-awal surat albaqarah dan akhirnya. Dan dari sebagian muhajirin dinukil juga adanya pembacaan surat albaqarah"
Hadits ini menjadi pegangan Imam Ahmad, padahal imam Ahmad ini sebelumnya termasuk orang yang mengingkari sampainya pahala dari orang hidup kepada orang yang sudah mati, namun setelah mendengar dari orang-orang kepercayaan tentang wasiat ibnu umar tersebut, beliau mencabut pengingkarannya itu. (mukhtasar tadzkirah qurtubi halaman 25).
Oleh karena itulah, maka ada riwayat dari imam Ahmad bin Hanbal bahwa beliau berkata : “ Sampai kepada mayyit (pahala) tiap-tiap kebajikan karena ada nash-nash yang dating padanya dan juga karena kaum muslimin (zaman tabi’in dan tabiuttabi’in) pada berkumpul disetiap negeri, mereka membaca al-qur’an dan menghadiahkan (pahalanya) kepada mereka yang sudah meninggal, maka jadialah ia ijma . (Yasaluunaka fid din wal hayat oleh syaikh DR Ahmad syarbasy Jilid III/423).
2. Hadits dalam sunan Baihaqi danan isnad Hasan
“ Bahwasanya Ibnu umar menyukai agar dibaca keatas pekuburan sesudah pemakaman awal surat albaqarah dan akhirnya”
Hadits ini agak semakna dengan hadits pertama, hanya yang pertama itu adalah wasiat seadangkan ini adalah pernyataan bahwa beliau menyukai hal tersebut.
3. Hadits Riwayat darulqutni
“Barangsiapa masuk kepekuburan lalu membaca qulhuwallahu ahad (surat al ikhlash) 11 kali, kemudian menghadiahkan pahalanya kepada orang-orang yang telah mati (dipekuburan itu), maka ia akan diberi pahala sebanyak orang yang mati disitu”.
4. Hadits marfu’ Riwayat Hafidz as-salafi
“ Barangsiapa melewati pekuburan lalu membaca qulhuwallahu ahad (surat al ikhlash) 11 kali, kemudian menghadiahkan pahalanya kepada orang-orang yang telah mati (dipekuburan itu), maka ia akan diberi pahala sebanyak orang yang mati disitu”. (Mukhtasar Al-qurtubi hal. 26).
5. Hadits Riwayat Thabrani dan Baihaqi
“Dari Ibnu Umar ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika mati salah seorang dari kamu, maka janganlah menahannya dan segeralah membawanya ke kubur dan bacakanlah Fatihatul kitab disamping kepalanya”.
6. Hadits riwayat Abu dawud, Nasa’I, Ahmad dan ibnu Hibban:
“Dari ma’qil bin yasar dari Nabi SAW., Beliau bersabda: “Bacakanlah surat yaasin untuk orang yang telah mati diantara kamu”.
B. Fatwa Ulama Tentang Sampainya Hadiah Pahala Bacaan kepada Mayyit
1. Berkata Muhammad bin Ahmad al-Marwazi :
“Saya mendengar Imam Ahmad bin Hanbal berkata : “Jika kamu masuk ke pekuburan, maka bacalah Fatihatul kitab, al-ikhlas, al falaq dan an-nas dan jadikanlah pahalanya untuk para penghuni kubur, maka sesungguhnya pahala itu sampai kepada mereka. Tapi yang lebih baik adalah agar sipembaca itu berdoa sesudah selesai dengan: “Ya Allah, sampaikanlah pahala ayat yang telah aku baca ini kepada si fulan…” (Hujjatu Ahlis sunnah waljamaah hal. 15)
2. Berkata Syaikh AIi bin Muhammad Bin Abil lz :
“Adapun Membaca Al-qur’an dan menghadiahkan pahalanya kepada orang yang mati secara sukarela dan tanpa upah, maka pahalanya akan sampai kepadanya sebagaimana sampainya pahala puasa dan haji”. (Syarah aqidah Thahawiyah hal. 457).
3. Berkata Ibnu Taymiyah :
“sesungguhnya mayyit itu dapat beroleh manfaat dengan ibadah-ibadah kebendaan seperti sedekah dan seumpamanya”. (yas alunka fiddin wal hayat jilid I/442).
Di atas adalah kitab ibnu taimiah berjudul majmuk fatawa jilid 24 pada halaman 324. Ibnu taimiah ditanya mengenai seseorang yang bertahlil, bertasbih,bertahmid ,bertakbir dan menyampaikan pahala tersebut kepada simayat muslim lantas ibnu taimiah menjawab amalan tersebut sampai kepada si mayat dan juga tasbih,takbir dan lain-lain zikir sekiranya disampaikan pahalanya kepada si mayat maka ianya sampai dan bagus serta baik.
Manakala Wahhabi menolak dan menkafirkan amalan ini. maka dii atas pula adalah kitab ibnu tamiah berjudul majmuk fatawa juz 24 pada halaman 324.ibnu taimiah di tanya mengenai seorang yang bertahlil 70000 kali dan menghadiahkan kepada si mayat muslim lantas ibnu taimiah mengatakan amalan itu adalah amat memberi manafaat dan amat baik serta mulia.
4. Berkata Ibnu Qayyim al-Jauziyah:
“sesuatu yang paling utama dihadiahkan kepada mayyit adalah sedekah, istighfar, berdoa untuknya dan berhaji atas nama dia. Adapun membaca al-qur’an dan menghadiahkan pahalanya kepada mayyit secara sukarela dan tanpa imbalan, maka akan sampai kepadanya sebagaimana pahala puasa dan haji juga sampai kepadanya (yasaaluunaka fiddin wal hayat jilid I/442)
Berkata Ibnu qayyim al-jauziyah dalam kitabnya Ar-ruh : “Al Khallal dalam kitabnya Al-Jami’ sewaktu membahas bacaan al-qur’an disamping kubur” berkata : Menceritakan kepada kami Abbas bin Muhammad ad-dauri, menceritakan kepada kami yahya bin mu’in, menceritakan kepada kami Mubassyar al-halabi, menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ala’ bin al-lajlaj dari bapaku : “ Jika aku telah mati, maka letakanlah aku di liang lahad dan ucapkanlah bismillah dan baca permulaan surat al-baqarah disamping kepalaku karena seungguhnya aku mendengar Abdullah bin Umar berkata demikian.
Ibnu qayyim dalam kitab ini pada halaman yang sama : “Mengabarkan kepadaku Hasan bin Ahmad bin al-warraq, menceritakan kepadaku Ali-Musa Al-Haddad dan dia adalah seorang yang sangat jujur, dia berkata : “Pernah aku bersama Ahmad bin Hanbal, dan Muhammad bin Qudamah al-juhairi menghadiri jenazah, maka tatkala mayyit dimakamkan, seorang lelaki kurus duduk disamping kubur (sambil membaca al-qur’an). Melihat ini berkatalah imam Ahmad kepadanya: “Hai sesungguhnya membaca al-qur’an disamping kubur adalah bid’ah!”. Maka tatkala kami keluar dari kubur berkatalah imam Muhammad bin qudamah kepada imam ahmad bin Hanbal : “Wahai abu abdillah, bagaimana pendapatmu tentang Mubassyar al-halabi?. Imam Ahmad menjawab : “Beliau adalah orang yang tsiqah (terpercaya) , apakah engkau meriwayatkan sesuatu darinya?. Muhammad bin qodamah berkata : Ya, mengabarkan kepadaku Mubasyar dari Abdurahman bin a’la bin al-laj-laj dari bapaknya bahwa dia berwasiat apabila telah dikuburkan agar dibacakan disamping kepalanya permulaan surat al-baqarah dan akhirnya dan dia berkata : “aku telah mendengar Ibnu Umar berwasiat yang demikian itu”. Mendengar riwayat tersebut Imam ahmad berkata : “Kembalilah dan katakan kepada lelaki itu agar bacaannya diteruskan (Kitab ar-ruh, ibnul qayyim al jauziyah).
5. Berkata Syaikh Hasanain Muhammad makhluf, Mantan Mufti negeri mesir : “ Tokoh-tokoh madzab hanafi berpendapat bahwa tiap-tiap orang yang melakukan ibadah baik sedekah atau membaca al-qur’an atau selain demikian daripada macam-macam kebaikan, boleh baginya menghadiahkan pahalanya kepada orang lain dan pahalanya itu akan sampai kepadanya.
6. Imam Sya’bi ; “Orang-orang anshar jika ada diantara mereka yang meninggal, maka mereka berbondong-bondong ke kuburnya sambil membaca al-qur’an disampingnaya”. (ucapan imam sya’bi ini juga dikutip oleh ibnu qayyim al jauziyah dalam kitab ar-ruh hal. 13).
7. Berkata Syaikh Ali Ma’sum : “Dalam madzab maliki tidak ada khilaf dalam hal sampainya pahala sedekah kepada mayyit. Menurut dasar madzab, hukumnya makruh. Namun ulama-ulama mutakhirin berpendapat boleh dan dialah yang diamalkan. Dengan demikian, maka pahala bacaan tersebut sampai kepada mayyit dan ibnu farhun menukil bahwa pendapat inilah yang kuat”. (hujjatu ahlisunnah wal jamaah halaman 13).
8. Berkata Allamah Muhammad al-Arobi: Sesungguhnya membaca al-qur’an untuk orang-orang yang sudah meninggak hukumnya boleh (Malaysia : Harus) dan sampainya pahalanya kepada mereka menurut jumhur fuqaha islam Ahlusunnah wal-jamaah walaupun dengan adanya imbalan berdasarkan pendapat yang tahqiq . (kitab majmu’ tsalatsi rosail).
9. Berkata Imam Qurthubi : “telah ijma’ ulama atas sampainya pahala sedekah untuk orang yang sudah mati, maka seperti itu pula pendapat ulama dalam hal bacaan al-qur’an, doa dan istighfar karena masing-masingnya termasuk sedekah dan dikuatkan hal ini oleh hadits : “Kullu ma’rufin shadaqah / (setiapkebaikan adalah sedekah)”. (Tadzkirah al-qurtubi halaman 26).
Begitu banyaknya Imam-imam dan ulama ahlusunnah yang menyatakan sampainya pahala bacaan alqur’an yang dihadiahkan untuk mayyit (muslim), maka tidak lah kami bisa menuliskan semuanya dalam risalah ini karena khawatir akan terlalu panjang.
C. Dalam Madzab Imam Syafei
Untuk menjelaskan hal ini marilah kita lihat penuturan imam Nawawi dalam Al-adzkar halaman 140 : “Dalam hal sampainya bacaan al-qur’an para ulama berbeda pendapat. Pendapat yang masyhur dari madzab Syafei dan sekelompok ulama adalah tidak sampai. Namun menurut Imam Ahmad bin Hanbal dan juga Ashab Syafi'i berpendapat bahwa pahalanya sampai. Maka lebih baik adalah si pembaca menghaturkan doa : “Ya Allah sampaikanlah bacaan yat ini untuk si fulan…….”
Disebutkan dalam al-Majmu jilid 15/522 : “Berkata Ibnu Nahwi dalam syarah Minhaj: "Dalam Madzab syafei menurut qaul yang masyhur, pahala bacaan tidak sampai. Tapimenurut qaul yang Mukhtar, adalah sampai apabila dimohonkan kepada Allah agar disampaikan pahala bacaan tersebut. Dan seyogyanya memantapkan pendapat ini karena dia adalah doa. Maka jika boleh berdoa untuk mayyit dengan sesuatu yang tidak dimiliki oleh si pendoa, maka kebolehan berdoa dengan sesuatu yang dimiliki oleh si pendoa adalah lebih utama”.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam madzab syafei terdapat dua qaul dalam hal pahala bacaan :
1. Qaul yang masyhur yakni pahala bacaan tidak sampai
2. Qaul yang mukhtar yakni pahala bacaan sampai.
Dalam menanggapai Qaul Masyhur tersebut pengarang kitab Fathul Wahhab yakni Syaikh Zakaria Al-Anshari mengatakan dalam kitabnya Jilid II/19 :
"Apa yang dikatakan sebagai Qaul yang Masyhur dalam Madzab Syafi'i itu dibawa atas pengertian : "Jika al-Qur’an itu tidak dibaca dihadapan mayyit dan tidak pula meniatkan pahala bacaan untuknya”.
Dan mengenai syarat-syarat sampainya pahala bacaan itu Syaikh Sulaiman al-Jamal mengatakan dalam kitabnya Hasiyatul Jamal Jilid IV/67 :
“Berkata syaikh Muhammad Ramli : Sampai pahala bacaan jika terdapat salah satu dari tiga perkara yaitu : 1. Pembacaan dilakukan disamping kuburnya, 2. Berdoa untuk mayyit sesudah bacaan Al-qur’an yakni memohonkan agar pahalanya disampaikan kepadanya, 3. Meniatkan samapainya pahala bacaan itu kepadanya”.
Hal senada juga diungkapkan oleh Syaikh Ahmad bin Qasim al-Ubadi dalam Hasyiah Tuhfatul Muhtaj Jilid VII/74 :
“Kesimpulan Bahwa jika seseorang meniatkan pahala bacaan kepada mayyit atau dia mendoakan sampainya pahala bacaan itu kepada mayyit sesudah membaca Al-qur’an atau dia membaca disamping kuburnya, maka hasilah bagi mayyit itu seumpama pahala bacaannya dan hasil pula pahala bagi orang yang membacanya”.
Namun Demikian akan menjadi lebih baik dan lebih terjamin jika ;
1. Pembacaan yang dilakukan dihadapan mayyit diiringi pula dengan meniatkan pahala bacaan itu kepadanya.
2. Pembacaan yang dilakukan bukan dihadapan mayyit agar disamping meniatkan untuk simayyit juga disertai dengan doa penyampaian pahala sesudah selesai membaca.
Langkah seperti ini dijadikan syarat oleh sebagian ulama seperti dalam kitab tuhfah dan syarah Minhaj (lihat kitab I’anatut Tahlibin Jilid III/24).
D. Dalil-dalil orang yang membantah adanya hadiah pahala dan jawabannya
1. Hadis riwayat muslim :
“Jika manusia, maka putuslah amalnya kecuali tiga : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya”
Jawab : Tersebut dalam syarah Thahawiyah hal. 456 bahwa sangat keliru berdalil dengan hadist tersebut untuk menolak sampainya pahala kepada orang yang sudah mati karena dalam hadits tersebut tidak dikatakan : “inqata’a intifa’uhu (terputus keadaannya untuk memperoleh manfaat). Hadits itu hanya mengatakan “inqatha’a ‘amaluhu (terputus amalnya)”. Adapun amal orang lain, maka itu adalah milik (haq) dari amil yakni orang yang mengamalkan itu kepadanya maka akan sampailah pahala orang yang mengamalkan itu kepadanya. Jadi sampai itu pahala amal si mayyit itu. Hal ini sama dengan orang yang berhutang lalu dibayarkan oleh orang lain, maka bebaslah dia dari tanggungan hutang. Akan tetapi bukanlah yang dipakai membayar utang itu miliknya. Jadi terbayarlah hutang itu bukan oleh dia telah memperoleh manfaat (intifa’) dari orang lain.
2. Firman Allah surat an-najm ayat 39 :
“ Atau belum dikabarkan kepadanya apa yang ada dalam kitab nabi musa dan nabi Ibrahim yang telah memenuhi kewajibannya bahwa seseorang tidak akan memikul dosa orang lain dan bahwasanya tiada yang didapat oleh manusia selain dari yang diusahakannya”.
Jawab : Banyak sekali jawaban para ulama terhadap digunakannya ayat tersebut sebagai dalil untuk menolak adanya hadiah pahala. Diantara jawaban-jawaban itu adalah :
a. Dalam syarah thahawiyah hal. 1455 diterangkan dua jawaban untuk ayat tersebut :
1. Manusia dengan usaha dan pergaulannya yang santun memperoleh banyak kawan dan sahabat, melahirkan banyak anak, menikahi beberapa isteri melakukan hal-hal yang baik untuk masyarakat dan menyebabkan orang-orang cinta dan suka padanya. Maka banyaklah orang-orang itu yang menyayanginya. Merekapun berdoa untuknya dan mengahadiahkan pula pahala dari ketaatan-ketaatan yang sudah dilakukannya, maka itu adalah bekas dari usahanya sendiri. Bahkan masuknya seorang muslim bersama golongan kaum muslimin yang lain didalam ikatan islam adalah merupakan sebab paling besar dalam hal sampainya kemanfaatan dari masing-masing kaum muslimin kepada yang lainnya baik didalam kehidupan ini maupun sesudah mati nanti dan doa kaum muslimin yang lain. Dalam satu penjelasan disebutkan bahwa Allah SWT menjadikan iman sebagai sebab untuk memperoleh kemanfaatan dengan doa serta usaha dari kaum mukminin yang lain. Maka jika seseorang sudah berada dalam iman, maka dia sudah berusaha mencari sebab yang akan menyampaikannya kepada yang demikian itu. (Dengan demikian pahala ketaatan yang dihadiahkan kepadanya dan kaum mukminin sebenarnya bagian dari usahanya sendiri).
2. Ayat al-qur’an itu tidak menafikan adanya kemanfaatan untuk seseorang dengan sebab usaha orang lain. Ayat al-qur’an itu hanya menafikan “kepemilikan seseorang terhadap usaha orang lain”. Allah SWT hanya mengabarkan bahwa “laa yamliku illa sa’yah (orang itu tidak akan memiliki kecuali apa yang diusahakan sendiri). Adapun usaha orang lain, maka itu adalah milik bagi siapa yang mengusahakannya. Jika dia mau, maka dia boleh memberikannya kepada orang lain dan pula jika ia mau, dia boleh menetapkannya untuk dirinya sendiri. (jadi huruf “lam” pada lafadz “lil insane” itu adalah “lil istihqaq” yakni menunjukan arti “milik”).
Demikianlah dua jawaban yang dipilih pengarang kitab syarah thahawiyah.
b. Berkata pengarang tafsir Khazin :
“Yang demikian itu adalah untuk kaum Ibrahin dan musa. Adapun ummat islam (umat Nabi Muhammad SAW), maka mereka bias mendapat pahala dari usahanya dan juga dari usaha orang lain”.
Jadi ayat itu menerangkan hokum yang terjadi pada syariat Nabi Musa dan Nabi Ibrahim, bukan hukum dalam syariat nabi Muhammad SAW. Hal ini dikarenakan pangkal ayat tersebut berbunyi :
“ Atau belum dikabarkan kepadanya apa yang ada dalam kitab nabi musa dan nabi Ibrahim yang telah memenuhi kewajibannya bahwa seseorang tidak akan memikul dosa orang lain dan bahwasanya tiada yang didapat oleh manusia selain dari yang diusahakannya”.
c. Sahabat Nabi, Ahli tafsir yang utama Ibnu Abbas Ra. Berkata dalam menafsirkan ayat tersebut :
“ ayat tersebut telah dinasakh (dibatalkan) hukumnya dalam syariat kita dengan firman Allah SWT : “Kami hubungkan dengan mereka anak-anak mereka”, maka dimasukanlah anak ke dalam sorga berkat kebaikan yang dibuat oleh bapaknya’ (tafsir khazin juz IV/223).
Firman Allah yang dikatakan oleh Ibnu Abbas Ra sebagai penasakh surat an-najm ayat 39 itu adalah surat at-thur ayat 21 yang lengkapnya sebagai berikut :
“Dan orang-orang yang beriman dan anak cucu mereka mengikuti mereka dengan iman, maka kami hubungkan anak cucu mereka itu dengan mereka dan tidaklah mengurangi sedikitpun dari amal mereka. Tiap-tiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya”.
Jadi menurut Ibnu abbas, surat an-najm ayat 39 itu sudah terhapus hukumnya, berarti sudah tidak bias dimajukan sebagai dalil.
d. Tersebut dalam Nailul Authar juz IV ayat 102 bahwa kata-kata : “Tidak ada seseorang itu…..” Maksudnya “tidak ada dari segi keadilan (min thariqil adli), adapun dari segi karunia (min thariqil fadhli), maka ada bagi seseorang itu apa yang tidak dia usahakan.
Demikianlah penafsiran dari surat An-jam ayat 39. Banyaknya penafsiran ini adalah demi untuk tidak terjebak kepada pengamalan denganzhahir ayat semata-mata karena kalau itu dilakukan, maka akan banyak sekali dalil-dalil baik dari al-qur’an maupun hadits-hadits shahih yang ditentang oleh ayat tersebut sehingga menjadi gugur dan tidak bias dipakai sebagai dalil.
3. Dalil mereka dengan Surat al-Baqarah ayat 286 :
“Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kesanggupannya. Baginya apa yang dia usahakan (daripada kebaikan) dan akan menimpanya apa yang dia usahakan (daripada kejahatan)”.
Jawab : Kata-kata “laha maa kasabat” menurut ilmu balaghah tidak mengandung unsur hasr (pembatasan) . Oleh karena itu artinya cukup dengan : “Seseorang mendapatkan apa yang ia usahakan”. Kalaulah artinya demikian ini, maka kandungannya tidaklah menafikan bahwa dia akan mendapatkan dari usaha orang lain. Hal ini sama dengan ucapan : “Seseorang akan memperoleh harta dari usahanya”. Ucapan ini tentu tidak menafikan bahwa seseorang akan memperoleh harta dari pusaka orang tuanya, pemberian orang kepadanya atau hadiah dari sanak familinya dan para sahabatnya. Lain halnya kalau susunan ayat tersebut mengandung hasr (pembatasan) seperti umpamanya :
“laisa laha illa maa kasabat”
“Tidak ada baginya kecuali apa yang dia usahakan atau seseorang hanya mendapat apa yang ia usahakan”.
4. Dalil mereka dengan surat yasin ayat 54 :
“ Tidaklah mereka diberi balasan kecuali terhadap apa yang mereka kerjakan”.
Jawab : Ayat ini tidak menafikan hadiah pahala terhadap orang lain karena pangkal ayat tersebut adalah :
“Pada hari dimana seseorang tidak akan didhalimi sedikitpun dan seseorang tidak akan diberi balasan kecuali terhadap apa yang mereka kerjakan”
Jadi dengan memperhatikan konteks ayat tersebut dapatlah dipahami bahwa yang dinafikan itu adalah disiksanya seseorang sebab kejahatan orang lain, bukan diberikannya pahala terhadap seseorang dengan sebab amal kebaikan orang lain (Lihat syarah thahawiyah hal. 456).
Kita harus jujur dalam menyampaikan sesuatu dan harus adil, bahwa memang terdapat perbedaan dalam hal sampainya bacaan Qur'an kepada mayyit. Jangan seperti artikel-artikel yang banyak kita jumpai disitus-situs yang mengaku sebagai pengikut salaf, tapi dalam menyampaikan keterangan tidak pernah adil, sehingga yang ditampilkan adlah pendapat yang mendukung kefanatikannya dan menafikan adanya pendapat yang lain padahal pendapat itu lebih kuat.
Semoga dengan ini bisa memberikan gambaran yang benar mengenai pembahasan sampainya bacaan Qur'an kepada mayyit. Mari gencarkan membaca Qur'an dan hadiahkan kepada kakek-nenek, bapak-ibu kita, saudara kita, dan keluarga kita serta kaum Muslimin yang wafat mendahului kita. Semoga Allah tidak membekukan hati kita. Amin
Rabu, Oktober 25, 2017
Kerinduan Malaikat Kepada Suara Gadis
تأملوها:
بعد وفاة ابنتها . الأم تكتشف أمرا غريب جدا فى غرفتها . لن تتخيل ماذا وجدت ؟
Selepas meninggalnya anak gadisnya.. ibunya menemui sesuatu yg ajaib di dalam bilik anaknya
هذه القصة حدثت لفتاه تدرس في إحدى الجامعات في دوله عربية وكانت تدرس في إحدى التخصصات الدينية .
Kisah ini berlaku kepada seorang gadis yang sedang menuntut di salah satu pusat pengajian tinggi di satu negara arab dalam bidang agama
وكان لها صوت عذب كانت تقرأ القرآن كل ليلة وكانت قرائتها جميلة جدا …أمها كل ليلة عندما تذهب إلى غرفتها تقف عند الباب فتسمع قراءة ابنتها بذلك الصوت الجميل .
Gadis ini membaca al Quran setiap malam dengan suara yang sangat merdu. Setiap kali ibunya melalui biliknya bila berdiri di pintu bilik kedengaranlah bacaan merdu anaknya
وهكـــــذا دامت الأيام . وفي إحدى الإيام مرضت هذه البنت وذهب بها أهلها إلى المستشفى . فمكثت فيه عدة أيام .إلى أن وافها الأجل هناك في ذلك المستشفى .
Begitulah keadaan berlangsung sehinggalah pada suatu hari gadis ini ditimpa sakit lalu dihantar ke Hospital, selepas beberapa hari meninggallah gadis tersebut
فصعق الأهل بالخبر عندما علموا من إدارة المستشفى . فكان وقع هذا الخبر ثقيل على أمها . وإذ بيوم العزاء الأول يمر كالسنة على أمها الذي تفطر قلبها بعد وفاة ابنتها .
Gemparlah seluruh ahli keluarga bila tahu dari hospital kewafatannya. Berita ini amat berat bagi ibunya sehingga dirasai sehari ibarat setahun
وعندما ذهب المعزون . قامت الأم إلى غرفة ابنتها حوالي الساعة الواحدة ,بعد منتصف الليل فعندما قربت الأم من الباب فإذا بها تسمع صوت أشبة ما يشبه بالبكاء الخفيف والأصوات كانت كثيرة وصوتها خفيف .
Setelah tetamu pulang, sang ibu berdiri depan pintu anaknya ketika pukul satu pagi tiba2 kedengaran tangisan yang perlahan, suaran tangisan kedengaran seperti ramai dengan bunyi yang perlahan
ففزعت الأم ولم تدخل الغرفة… وعند الصباح أخبرت الأهل بما سمعته قرب غرفة ابنتها الليلة الماضية وذهب الاهل ودخلو الغرفة ولم يجدوا فيها شيئا .
Terkejutlah sang ibu namun dia tidak masuk ke bilik, bila waktu pagi diceritakan kepada ahli keluarga apa yang didengarinya. Bila dibuka biliknya tiada apa yang mencurigakan
وإذا اليوم الثاني وفي نفس الوقت ذهبت الأم الى غرفت ابنتها واذا به نفس الصوت …وأخبرت زوجها بما سمعته .
وقال لها عند الصباح نذهب ونتاكد من ذلك لعلكي تتوهمين بتلك الاصوات وفعلا عندما اتى الصباح ذهب وتأكدو ولايوجد شيء على الإطلاق .
Pada keesokan harinya pada waktu yang sama sang ibu pergi ke hadapan bilik anaknya, lalu kedengaran lagi suara tangisan yang sama, pagi esoknya diceritakan lagi kepafa ahli keluarganya. Bila dibuka biliknya tiada apa2 yang pelik
وكانت الأم متأكدة مماسمعت واخبرت احد صديقاتها بما سمعت واشارت لها بان تذهب الى احد الشيوخ وتخبره بما يحدث وفعلا اصرت الام واخبرت احد الشيوخ عن هذه القصة فتعجب الشيخ من ما سمع وقال اريد ان أأتي إلى البيت في ذلك الوقت
Siibu memang pasti apa yang didengarinya sehinggala diberitahu kepada seorang kawannya lalu kawannya menasihatinya supaya menemui guru agama, sang ibu menemui seorang guru agama , guru agama tersebut mahu mendengar sendiri suara tangisan tersebut
… وعندما أتى الشيخ اتجهوا به نحو الغرفة واخبروه بما كانت تفعله ابنتهم من قراءة للقران في كل ليلة وعندما اقتربوا من الغرفة وإذا بذلك الصوت نفسه وسمعه الشيخ وإذا بالشيخ يبكي فقالوا له مالذي يبكيك ؟؟
Ketika datang guru agama beliau terus menuju ke arah bilik gadis sambil kekuarga si gadis menceritakan tentang tabiat membaca Al Quran detiap malam. Ketika syeikh sendiri menghampiri bilik tersebut kedengaran akan tangisan beliau terus menangis, lalu keluarga gadis bertanya "apa yang menyebabkan syeikh menangis?"
فقال الله اكبر هذا صوت بكاء الملائكة إن الملائكة في كل ليلة عندما كانت تقرأ القران البنت كانوا ينزلون ويستمعون الى قرائتها فهم يفقدون ذلك الصوت الذي كانوا يحضرون كل ليلة ويستمعون له..سبحان الله ! سبحان الله !
اللي كمل قراءة يكتب #سبحان_الله
علق بسبحان الله.....
Kata syeikh "Allahu akbar!, ini suara tangisan Malaikat. Sememangnya Malaikat turun untuk mendengar bacaan Al Quran sigadis.. setelah gadis meninggal Malaikat terasa kehilangan suara yang mengalunkan Al Quran yang mereka dengar setisp malam.
SubhanAllah
بعد وفاة ابنتها . الأم تكتشف أمرا غريب جدا فى غرفتها . لن تتخيل ماذا وجدت ؟
Selepas meninggalnya anak gadisnya.. ibunya menemui sesuatu yg ajaib di dalam bilik anaknya
هذه القصة حدثت لفتاه تدرس في إحدى الجامعات في دوله عربية وكانت تدرس في إحدى التخصصات الدينية .
Kisah ini berlaku kepada seorang gadis yang sedang menuntut di salah satu pusat pengajian tinggi di satu negara arab dalam bidang agama
وكان لها صوت عذب كانت تقرأ القرآن كل ليلة وكانت قرائتها جميلة جدا …أمها كل ليلة عندما تذهب إلى غرفتها تقف عند الباب فتسمع قراءة ابنتها بذلك الصوت الجميل .
Gadis ini membaca al Quran setiap malam dengan suara yang sangat merdu. Setiap kali ibunya melalui biliknya bila berdiri di pintu bilik kedengaranlah bacaan merdu anaknya
وهكـــــذا دامت الأيام . وفي إحدى الإيام مرضت هذه البنت وذهب بها أهلها إلى المستشفى . فمكثت فيه عدة أيام .إلى أن وافها الأجل هناك في ذلك المستشفى .
Begitulah keadaan berlangsung sehinggalah pada suatu hari gadis ini ditimpa sakit lalu dihantar ke Hospital, selepas beberapa hari meninggallah gadis tersebut
فصعق الأهل بالخبر عندما علموا من إدارة المستشفى . فكان وقع هذا الخبر ثقيل على أمها . وإذ بيوم العزاء الأول يمر كالسنة على أمها الذي تفطر قلبها بعد وفاة ابنتها .
Gemparlah seluruh ahli keluarga bila tahu dari hospital kewafatannya. Berita ini amat berat bagi ibunya sehingga dirasai sehari ibarat setahun
وعندما ذهب المعزون . قامت الأم إلى غرفة ابنتها حوالي الساعة الواحدة ,بعد منتصف الليل فعندما قربت الأم من الباب فإذا بها تسمع صوت أشبة ما يشبه بالبكاء الخفيف والأصوات كانت كثيرة وصوتها خفيف .
Setelah tetamu pulang, sang ibu berdiri depan pintu anaknya ketika pukul satu pagi tiba2 kedengaran tangisan yang perlahan, suaran tangisan kedengaran seperti ramai dengan bunyi yang perlahan
ففزعت الأم ولم تدخل الغرفة… وعند الصباح أخبرت الأهل بما سمعته قرب غرفة ابنتها الليلة الماضية وذهب الاهل ودخلو الغرفة ولم يجدوا فيها شيئا .
Terkejutlah sang ibu namun dia tidak masuk ke bilik, bila waktu pagi diceritakan kepada ahli keluarga apa yang didengarinya. Bila dibuka biliknya tiada apa yang mencurigakan
وإذا اليوم الثاني وفي نفس الوقت ذهبت الأم الى غرفت ابنتها واذا به نفس الصوت …وأخبرت زوجها بما سمعته .
وقال لها عند الصباح نذهب ونتاكد من ذلك لعلكي تتوهمين بتلك الاصوات وفعلا عندما اتى الصباح ذهب وتأكدو ولايوجد شيء على الإطلاق .
Pada keesokan harinya pada waktu yang sama sang ibu pergi ke hadapan bilik anaknya, lalu kedengaran lagi suara tangisan yang sama, pagi esoknya diceritakan lagi kepafa ahli keluarganya. Bila dibuka biliknya tiada apa2 yang pelik
وكانت الأم متأكدة مماسمعت واخبرت احد صديقاتها بما سمعت واشارت لها بان تذهب الى احد الشيوخ وتخبره بما يحدث وفعلا اصرت الام واخبرت احد الشيوخ عن هذه القصة فتعجب الشيخ من ما سمع وقال اريد ان أأتي إلى البيت في ذلك الوقت
Siibu memang pasti apa yang didengarinya sehinggala diberitahu kepada seorang kawannya lalu kawannya menasihatinya supaya menemui guru agama, sang ibu menemui seorang guru agama , guru agama tersebut mahu mendengar sendiri suara tangisan tersebut
… وعندما أتى الشيخ اتجهوا به نحو الغرفة واخبروه بما كانت تفعله ابنتهم من قراءة للقران في كل ليلة وعندما اقتربوا من الغرفة وإذا بذلك الصوت نفسه وسمعه الشيخ وإذا بالشيخ يبكي فقالوا له مالذي يبكيك ؟؟
Ketika datang guru agama beliau terus menuju ke arah bilik gadis sambil kekuarga si gadis menceritakan tentang tabiat membaca Al Quran detiap malam. Ketika syeikh sendiri menghampiri bilik tersebut kedengaran akan tangisan beliau terus menangis, lalu keluarga gadis bertanya "apa yang menyebabkan syeikh menangis?"
فقال الله اكبر هذا صوت بكاء الملائكة إن الملائكة في كل ليلة عندما كانت تقرأ القران البنت كانوا ينزلون ويستمعون الى قرائتها فهم يفقدون ذلك الصوت الذي كانوا يحضرون كل ليلة ويستمعون له..سبحان الله ! سبحان الله !
اللي كمل قراءة يكتب #سبحان_الله
علق بسبحان الله.....
Kata syeikh "Allahu akbar!, ini suara tangisan Malaikat. Sememangnya Malaikat turun untuk mendengar bacaan Al Quran sigadis.. setelah gadis meninggal Malaikat terasa kehilangan suara yang mengalunkan Al Quran yang mereka dengar setisp malam.
SubhanAllah
Kisah Hasan Al-Basri Dan Majusi
Al-Baqarah Ayat 256
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
At-Taubah Ayat 6
وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْلَمُونَ
6. Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.
Beliau dilahirkan oleh seorang perempuan yang bernama Khoiroh, dan beliau adalah anak dari Yasaar, budak Zaid bin Tsabit. tepatnya pada tahun 21 H di kota Madinah setahun setelah perang shiffin, ada sumber lain yang menyatakan bahwa beliau lahir dua tahun sebelum berakhirnya masa pemerintahan Khalifah Umar bin Al- Khattab.
Khoiroh adalah bekas pembantu dari Ummu Salamah yang bernama asli Hindi Binti Suhail yaitu istri Rosullullah SAW.
Sejak kecil Hasan Al-Basri sudah dalam naungan Ummu Salamah. Bahkan ketika ibunya menghabiskan masa nifasnya Ummu Salamah meminta untuk tinggal di rumahnya.
Dan juga nama Hasan Al-Basri itupun pemberian dari Ummu Salamah.
Ummu Salamahpun terkenal dengan seorang puteri Arab yang sempurna akhlaknya serta teguh pendiriannya.
Para ahli sejarah menguraikan bahwa Ummu Salamah paling luas pengetahuannya diantara para istri-istri Rosullah SAW lainnya.
Seiring semakin akrabnya hubungan Hasan Al-Basri dengan keluarga Nabi, berkesempatan untuk bersuri tauladan kepada keluarga Rosullulahdan menimba ilmu bersama sahabat di masjid Nabawy.
Kisah Dgn Majusi
Hasan mempunyai jiran yang bernama Simeon, seorang penyembah api. Suatu hari Simeon jatuh sakit dan ajalnya hampir tiba.
Al-Hajj Ayat 17
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَىٰ وَالْمَجُوسَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا إِنَّ اللَّهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
17. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.
Sahabat-sahabat meminta agar Hasan sudi mengunjunginya. Akhirnya Hasan pun mendapatkan. Simeon yang terbaring di tempat tidurnya dan badannya telah hitam disebabkan api dan asap.
"Takutlah kamu kepada Allah," Hasan menasihat. "Engkau telah mensia-siakan seluruh usiamu di tengah-tengah api dan asap."
Ali 'Imran Ayat 102
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
"Ada tiga perkara yang telah menghalangku untuk menjadi seorang muslim.
Pertama adalah kenyataan walaupun kamu semua membenci dunia tapi siang dan malam mengejar harta kekayaan.
Al-An'am Ayat 32
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
32. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
Kedua, kamu semua mengatakan bahawa mati adalah suatu kenyataan yang harus dihadapi namun tidak bersedia untuk meng hadapinya.
Al-‘Ankabut Ayat 57
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”.
Ketiga, kamu semua mengatakan bahawa wajah Allah akan dilihat, namun hingga saat ini masih melakukan segala yang tidak diredhai-Nya," jawab Simeon penyembah api.
Ar-Rahman Ayat 27
وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
27. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan
"Inilah ucapan dari manusia-manusia yang sungguh sungguh mengetahui. Jika setiap muslim berbuat begitu, apakah yang sepatutnya engkau katakan? Mereka mengakui keesaan Allah sedangkan engkau menyembah api selama tujuh puluh tahun, dan aku tidak pernah berbuat seperti itu.
Jika kita sama-sama terseret ke neraka, api neraka akan membakar dirimu dan diriku.
Tetapi jika diizinkan Allah, api tidak akan berani menghanguskan walau sehelai rambut pada tubuhku.
Ini disebabkan api diciptakan Allah dan segala ciptaan-Nya tunduk kepada perintah-Nya. Walaupun engkau menyembah api selama tujuh puluh tahun, marilah kita bersama-sama menaruh tangan kita ke dalam api agar engkau dapat menyaksikan sendiri betapa api itu sesungguhnya tidak berdaya dan betapa Allah itu. Maha Kuasa," jawab Hasan.
Al-Anbiya Ayat 69
قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ
69. Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim"
Setelah berkata demikian Hasan memasukkan tangannya ke dalam api. Namun sedikit pun tidak cedera atau terbakar.
Melihatkan hal itu Simeon merasa hairan. Suatu ilmu telah diketahuinya.
"Selama tujuh puluh tahun aku telah menyembah api, kini hanya dengan satu atau dua helaan nafas saja yang tinggal, apakah yang harus kulakukan?" Simeon mengeluh.
"Jadilah seorang muslim," jawab Hasan.
"Jika engkau memberiku jaminan bahawa Allah tidak akan menghukum diriku, barulah aku menjadi muslim. dengan jaminan itu aku tidak mahu memeluk agama Islam," kata Simeon.
Hasan segera membuat satu surat jaminan.
Ramai orang-orang yang jujur di kota Basrah memberi kesaksian mereka di atas surat jaminan tersebut.
Simeon menitiskan air mata dan menyatakan dirinya sebagai seorang muslim.
Kepada Hasan ia berwasiat, "Setelah aku mati, mandikanlah aku dengan tanganmu sendiri, kuburkanlah aku dan selitkan surat jaminan ini di tanganku. Surat ini akan menjadi bukti bahawa aku adalah seorang muslim."
Setelah berwasiat demikian, ia mengucap dua kalimah syahadat dan menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Mereka memandikan mayat Simeon, mensolatkannya dan menguburkannya dengan surat jaminan di tangannya.
Di malam harinya Hasan berbaring sambil merenungi apa yang telah di lakukannya itu. "Bagaimana aku dapat menolong seseorang yang sedang tenggelam sedang aku sendiri dalam keadaan yang serupa.
Aku sendiri tidak dapat menentukan nasibku, tetapi mengapa aku berani me mastikan apa yang akan dilakukan oleh Allah?"
Dalam keadaan memikirkan hal itu, Hasan terlena. Ia bermimpi bertemu dengan Simeon, wajah cerah dan bercahaya seperti sebuah pelita; di kepalanya ada sebuah mahkota. Ia memakai sebuah jubah yang indah dan sedang berjalan-jalan di taman syurga.
"Bagaimana keadaanmu Simeon?" Tanya Hasan kepadanya.
"Mengapakah engkau bertanya padahal kau menyaksikan sendiri? Allah Yang Maha besar dengan segala kemurahan-Nya telah menghampirkan diriku kepada-Nya dan telah memperlihatkan wajah-Nya kepadaku.
Pemberian yang dilimpahkan-Nya kepada ku melebihi segala-galanya. Engkau telah memberi ku surat jaminan, terimalah kembali surat jaminan ini kerana aku tidak memerlukannya lagi," jawab Simeon.
Ketika Hasan terbangun ia mendapati surat itu telah berada di tangannya. Hasan berseru, "Ya Allah, aku menyedari bahawa segala sesuatu Engkau lakukan adalah tanpa sebab kecuali kerana kemurahan-Mu semata.
Siapakah yang akan tersesat di pintu-Mu? Engkau telah mengizinkan seseorang yang telah menyembah api selama tujuh puluh tahun lamanya untuk menghampiri-Mu, semata-mata kerana sebuah ucapan.
Betapakah Engkau akan menolak seseorang yang telah beriman selama tujuh puluh tahun?"
Semoga kita dapat ambil iktibar daripada apa-apa yang baik dalam artikel ini, dan jika terdapat mana-mana kesilapan fakta, jutaan maaf di pohon, dan sama-sama kita perbaiki, inyshaa Allah. Dan segala yang baik itu datangnya daripada Allah, dan yang tidak baik itu hakikatnya dari Allah jua tetapi atas kelemahan saya sebagai makhlukNya
Rabu, Oktober 18, 2017
6 Ketakutan Setiap Muslim
6 KETAKUTAN YANG MENGGANGGU ORANG MUKMIN
وقال - رضي الله عنه -: إن المؤمن في خمسة أنواع من الخوف؛
Usman rodhiyalLahu ‘anhu berkata, hendaknya seseorang mukmin merasa bimbang kepada 6 keadaan, Firman Allah Ta'ala
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar - Al Baqarah
➰ Pertama
أحدها من قبل الله تعالى أن يأخذ منه الإيمان،
Takut kepada Allah Ta’ala kalau-kalau mencabut imannya
An-Nisa' Ayat 137
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا
137. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus
Ali 'Imran Ayat 8
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
8. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia
➰ Kedua
والثاني من قبل الحفظة أن يكتبوا عليه ما يفتضح به يوم القيامة،
Takut kepada malaikat hafazoh, kalau-kalau mereka menuliskan sesuatu yang memalukan pada hari kiamatnya.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦﴾ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ ﴿١٧﴾ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang telah dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.Yaitu ketika kedua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. [Qâf/50:16-18]
➰ Ketiga
والثالث من قبل الشيطان أن يبطل عمله،
Takut kepada syaitan kalau-kalau dia merosakkan pahala amalannya.
Musuh yang Nyata
Al-Qur’an berulang kali menjelaskan bahwa setan adalah musuh manusia. Dia adalah musuh yang nyata. Selalu berusaha menghancurkan kehidupan anak Adam. Allah mengulangnya berkali-kali agar manusia sadar dan waspada untuk tidak mengikuti ajakannya.
إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلإِنسَانِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ -٥-
“Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.”
(Yusuf 5)
إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإِنْسَانِ عَدُوّاً مُّبِيناً -٥٣-
“Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.”
(Al-Isra’ 53)
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوّاً -٦-
“Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh.”
(Fathir 6)
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ -٦٠-
“Bukankah Aku telah Memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu”
(Yasin 60)
⇒ Apa yang diserukan oleh Setan?
Apa yang diserukan setan sehingga lebih banyak dari anak Adam yang mengikutinya dari pada mengikuti Allah swt?
Allah berfirman,
» Setan mengajak manusia untuk berbuat keji.
إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاء وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ -١٦٩-
“Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.”
(Al-Baqarah 169)
» Menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan.
Manusia paling takut dengan kemiskinan, melalui selah ini setan mengambil kesempatan untuk menakut-nakuti manusia agar dia menghalalkan segala cara untuk lepas dari kemiskinan. Dengan cara ini juga setan mengajak manusia untuk kikir dan menimbun hartanya.
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاء -٢٦٨-
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir).”
(Al-Baqarah 268)
» Janji palsu dan Angan-angan kosong.
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُوراً -١٢٠-
“(Setan itu) memberikan janji- janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.”
(An-Nisa’ 120)
» Menciptakan kebencian dan permusuhan.
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللّهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ -٩١-
“Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat maka tidakkah kamu mau berhenti?”
(Al-Ma’idah 91)
Setan punya cara-cara khusus untuk melancarkan tipu dayanya. Bagaimanakah cara itu?
Kita harus mengenali trik-trik setan agar tidak tertipu dengan strategi yang mereka lakukan.
Bagaimana cara agar lolos dari rayuannya?
Temukan jawabannya dalam Setan dalam Al-Qur’an (bag 2)
➰ Keempat
والرابع من قبل ملك الموت أن يأخذه في غفلة بغتة،
Takutkan malaikatul maut (Izrai’) mencabut nyawanya ketika diada dalam keadaan lalai.
Kisah Izrael ketawa & menangis ketika mencabut nyawa
Az-Zumar Ayat 42
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
42. Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir
Al-A’raf Ayat 34
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
34. Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya
➰ Kelima
والخامس من قبل الدنيا أن يغتر بها وتشغله عن الآخرة
Takut kepada dunia kalau-kalau dunia membuat dia terlena
Ali 'Imran Ayat 145
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
145. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur
➰ Keenam
والسادس من قِبَلِ الأهلِ العيَالِ أن يَشْتَغلَّ فيُشْغِلُونهُ عن ذِكرِ الله تعالى
Keenam : Takut kepada keluarga sendiri kalau-kalau dia menyibukkan mereka dan mereka menyibukkannya, sehingga mereka lupa akan mengingati Allah
Isteri & anak Nabi Lut
At-Taubah Ayat 24
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
24. Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik
At-Tagabun Ayat 14
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وقال - رضي الله عنه -: إن المؤمن في خمسة أنواع من الخوف؛
Usman rodhiyalLahu ‘anhu berkata, hendaknya seseorang mukmin merasa bimbang kepada 6 keadaan, Firman Allah Ta'ala
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar - Al Baqarah
➰ Pertama
أحدها من قبل الله تعالى أن يأخذ منه الإيمان،
Takut kepada Allah Ta’ala kalau-kalau mencabut imannya
An-Nisa' Ayat 137
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا
137. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus
Ali 'Imran Ayat 8
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
8. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia
➰ Kedua
والثاني من قبل الحفظة أن يكتبوا عليه ما يفتضح به يوم القيامة،
Takut kepada malaikat hafazoh, kalau-kalau mereka menuliskan sesuatu yang memalukan pada hari kiamatnya.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦﴾ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ ﴿١٧﴾ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang telah dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.Yaitu ketika kedua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. [Qâf/50:16-18]
➰ Ketiga
والثالث من قبل الشيطان أن يبطل عمله،
Takut kepada syaitan kalau-kalau dia merosakkan pahala amalannya.
Musuh yang Nyata
Al-Qur’an berulang kali menjelaskan bahwa setan adalah musuh manusia. Dia adalah musuh yang nyata. Selalu berusaha menghancurkan kehidupan anak Adam. Allah mengulangnya berkali-kali agar manusia sadar dan waspada untuk tidak mengikuti ajakannya.
إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلإِنسَانِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ -٥-
“Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.”
(Yusuf 5)
إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإِنْسَانِ عَدُوّاً مُّبِيناً -٥٣-
“Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.”
(Al-Isra’ 53)
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوّاً -٦-
“Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh.”
(Fathir 6)
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ -٦٠-
“Bukankah Aku telah Memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu”
(Yasin 60)
⇒ Apa yang diserukan oleh Setan?
Apa yang diserukan setan sehingga lebih banyak dari anak Adam yang mengikutinya dari pada mengikuti Allah swt?
Allah berfirman,
» Setan mengajak manusia untuk berbuat keji.
إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاء وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ -١٦٩-
“Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.”
(Al-Baqarah 169)
» Menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan.
Manusia paling takut dengan kemiskinan, melalui selah ini setan mengambil kesempatan untuk menakut-nakuti manusia agar dia menghalalkan segala cara untuk lepas dari kemiskinan. Dengan cara ini juga setan mengajak manusia untuk kikir dan menimbun hartanya.
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاء -٢٦٨-
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir).”
(Al-Baqarah 268)
» Janji palsu dan Angan-angan kosong.
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُوراً -١٢٠-
“(Setan itu) memberikan janji- janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.”
(An-Nisa’ 120)
» Menciptakan kebencian dan permusuhan.
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللّهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ -٩١-
“Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat maka tidakkah kamu mau berhenti?”
(Al-Ma’idah 91)
Setan punya cara-cara khusus untuk melancarkan tipu dayanya. Bagaimanakah cara itu?
Kita harus mengenali trik-trik setan agar tidak tertipu dengan strategi yang mereka lakukan.
Bagaimana cara agar lolos dari rayuannya?
Temukan jawabannya dalam Setan dalam Al-Qur’an (bag 2)
➰ Keempat
والرابع من قبل ملك الموت أن يأخذه في غفلة بغتة،
Takutkan malaikatul maut (Izrai’) mencabut nyawanya ketika diada dalam keadaan lalai.
Kisah Izrael ketawa & menangis ketika mencabut nyawa
Az-Zumar Ayat 42
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
42. Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir
Al-A’raf Ayat 34
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
34. Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya
➰ Kelima
والخامس من قبل الدنيا أن يغتر بها وتشغله عن الآخرة
Takut kepada dunia kalau-kalau dunia membuat dia terlena
Ali 'Imran Ayat 145
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
145. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur
➰ Keenam
والسادس من قِبَلِ الأهلِ العيَالِ أن يَشْتَغلَّ فيُشْغِلُونهُ عن ذِكرِ الله تعالى
Keenam : Takut kepada keluarga sendiri kalau-kalau dia menyibukkan mereka dan mereka menyibukkannya, sehingga mereka lupa akan mengingati Allah
Isteri & anak Nabi Lut
At-Taubah Ayat 24
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
24. Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik
At-Tagabun Ayat 14
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Isnin, September 11, 2017
Ayat 6 Surah Az Zumar - Kuliah Zohor Di Menara Affin Bank 11 Sept 17
خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۚ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ
6. Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
💖 Keratan 1
{خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ}
Dia menciptakan kalian dari seorang diri. (Az-Zumar: 6)
Yaitu menciptakan kalian dengan berbagai macam jenis, bahasa, warna kulit kalian dari seorang diri, yaitu Adam a.s.
{ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا}
kemudian Dia jadikan darinya istrinya. (Az-Zumar: 6)
Yakni Siti Hawa a.s. Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً}
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakan laki-laki dan perempuan yang banyak. (An-Nisa: 1)
AN NAHL 97
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Hadis riwayat oleh Abu Hurairah RA, bahawa Nabi SAW bersabda:
اسْتَوْصُوا بِالنساءِ خَيْرًا، فإنَّ المرأةَ خُلقتْ من ضِلَعٍ ، وإنَّ أَعْوَجَ شيءٍ في الضِّلعِ أَعْلَاه ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهُ ، وإن تركتَه لم يزلْ أَعْوَجَ ، فاستوصُوا بالنِّساءِ خَيْرًا
Maksudnya : “Nasihatilah para wanita kerana wanita diciptakan daripada tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok daripada tulang rusuk itu adalah pangkalnya, jika kamu cuba untuk meluruskannya maka ia akan patah, namun bilamana kamu biarkan ia maka ia akan tetap bengkok, untuk itu, nasihatilah para wanita”.
[Riwayat al-Bukhari, kitab hadis-hadis berkaitan Nabi, bab penciptaan Adam dan keturunannya, no. hadis: 3083, kitab al-Nikah, bab Wasiat Untuk Wanita, no.hadis 4787]
💖 Keratan 2
Adapun firman Allah Swt.:
{وَأَنزلَ لَكُمْ مِنَ الأنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ}
dan Dia menurunkan untuk kalian delapan ekor yang berpasang-pasangan dari binatang ternak. (Az-Zumar: 6)
Maksudnya, Dia telah menciptakan bagi kalian dari binatang ternak delapan ekor yang berpasang-pasangan, seperti yang disebutkan di dalam surat Al-An'am dengan istilahsamaniyata azwaj, yaitu sepasang dari domba, sepasang dari kambing, sepasang dari unta, dan sepasang lagi dari sapi.
وَمِنَ الْأَنْعَامِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
142. Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Surat Al-An'am Ayat 143
ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۖ مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِ ۗ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الْأُنْثَيَيْنِ ۖ نَبِّئُونِي بِعِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
143. (yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang domba, sepasang dari kambing. Katakanlah: "Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?" Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar,
Surat Al-An'am Ayat 144
وَمِنَ الْإِبِلِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْبَقَرِ اثْنَيْنِ ۗ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الْأُنْثَيَيْنِ ۖ أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ وَصَّاكُمُ اللَّهُ بِهَٰذَا ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا لِيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
144. dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah: "Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya? Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
💖 Keratan 3
Firman Allah Swt.:
{يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ }
Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu. (Az-Zumar: 6)
Yakni menetapkan kejadianmu dalam perut ibumu.
خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ
kejadian demi kejadian. (Az-Zumar: 6)
Kejadian seseorang dari kalian pada mulanya berbentuknutfah, kemudian beralih bentuk menjadi 'alaqah, lalu menjadi segumpal daging, kemudian memberi bentuk dalam rupa daging, tulang, dan otot-otot serta urat-urat, lalu ditiupkan roh ke dalam tubuhnya sehingga jadilah ia makhluk yang berbentuk lain.
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik - Al Mu'minun
💖 Keratan 4
{فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ}
Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik, (Al-Mu-minun: 14)
💖 Keratan 5
Firman Allah Swt.:
{فِي ظُلُمَاتٍ ثَلاثٍ}
dalam tiga kegelapan. (Az-Zumar: 6)
Yaitu kegelapan rahim, kegelapan pelapis ari-ari yang menjaga bayi, dan kegelapan perut ibu. Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas r.a. Mujahid, Ikrimah, Abu Malik, Ad-Dahhak, Qatadah, As-Saddi, dan Ibnu Zaid.
💖 Keratan 6
Firman Allah Swt.:
{ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ}
Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah Tuhan kamu. (Az-Zumar: 6)
Yakni Yang menciptakan langit, bumi, dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya, dan yang menciptakan kalian dan bapak moyang kalian adalah Allah, Tuhan Yang memiliki dan Yang mengatur kesemuanya itu.
{لَا إِلَهَ إِلا هُوَ}
Tidak ada Tuhan (yang wajib disembah) selain Dia. (Az-Zumar: 6)
Artinya, ibadah itu hanyalah ditujukan kepada-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya.
💖 Keratan 7
{فَأَنَّى تُصْرَفُونَ}
maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan (Az-Zumar: 6)
Yakni mengapa kalian menyembah selain-Nya di samping menyembah Dia? Lalu kalian ke manakan akal sehat kalian?
Sabtu, September 02, 2017
Allah Maha Mendengar Doamu
Kisah nyata ...
Air Mata Tangis itu Benar2 Mengubah Jalannya Takdir
Ini adalah kisah nyata yang tercecer dari pelaksanaan haji tahun ini. Seorang perempuan tua dari Aljazair menangis di ruang tunggu bandara. Ia benar-benar ketinggalan pesawat yang akan membawanya menunaikan ibadah haji. Ia terus menangis karena keinginannya untuk melaksanakan ibadah haji, kerinduannya pada Allah SWT dan keinginan untuk menjawab seruan Allah-Nya waktu itu ternyata batal karena ketinggalan pesawat. Nenek-nenek itu terus menerus menangis. Ia tidak mau meninggalkan ruang tunggu di bandara itu sambil terus memegang ticket pesawat yang bernomor kursi pesawat itu.........
Sementara itu, pilot pesawat yang mengangkut jamaah haji dari Aljazair menuju Saudi Arabia itu, di udara saat terbang itu mendengar suara gemeretak pada mesin pesawatnya yang dianggapnya mengalami kerusakan di mesin.. Hal itu memaksanya untuk memutar pesawat itu kembali ke Aljazair, kembali mendarat di airport yang beberapa menit lalu ditinggalkannya.
Di bandara, seluruh penumpang diturunkan, dan diminta untuk menunggu lagi di Ruang Tunggu. Tapi petugas bandara tidak menemukan ruangan tunggu yang kosong, kecuali ruangan tempat di mana perempuan tua itu sedang menangis.
Bisa dibayangkan bagaimana takjubnya perempuan tua itu, karena melihat teman-temannya sesama jamaah haji datang kembali. Ia merasa seperti bermimpi.
Dari mulutnya tidak henti-hentinya ia mengucapkan kata syukur.
Ajaibnya lagi, setelah diperiksa dengan seksama, ternyata keadaan pesawat itu baik -baik saja dan tidak ada kerusakan sama sekali. Pemeriksaan mesin pesawat tidak memakan waktu lama, Pesawat bisa kembali segera terbang. Sang nenek pun kini bisa ikut, melaksanakan ibadah hajinya.
Subhanallah. Ini ekspresi dosis tinggi dari the power of Imtaq-In ahsantum ahsantum li anfusikum.
Pesawat dengan 200 penumpang itu ternyata harus kembali ke bandara hanya untuk menjemput seorang perempuan tua yang rindu ingin menjawab seruan Tuhan-Nya.
Air mata apa yang ia teteskan sehingga mampu mengetuk pintu langit ?
Keyakinan apa yang ia miliki sehingga mampu mengubah jalannya takdir?
Bila segalanya berlalu darimu, bila semua pintu telah tertutup, tetapi engkau tetap bergantung dan berharap pada ALLAH, maka IA akan selalu ada untukmu.
Kisah ini menjadi bukti bahwa mukjizat do'a masih terjadi dan akan selalu terjadi, di zaman yang bukan zaman Nabi-Nabi pun. Copas
Air Mata Tangis itu Benar2 Mengubah Jalannya Takdir
Ini adalah kisah nyata yang tercecer dari pelaksanaan haji tahun ini. Seorang perempuan tua dari Aljazair menangis di ruang tunggu bandara. Ia benar-benar ketinggalan pesawat yang akan membawanya menunaikan ibadah haji. Ia terus menangis karena keinginannya untuk melaksanakan ibadah haji, kerinduannya pada Allah SWT dan keinginan untuk menjawab seruan Allah-Nya waktu itu ternyata batal karena ketinggalan pesawat. Nenek-nenek itu terus menerus menangis. Ia tidak mau meninggalkan ruang tunggu di bandara itu sambil terus memegang ticket pesawat yang bernomor kursi pesawat itu.........
Sementara itu, pilot pesawat yang mengangkut jamaah haji dari Aljazair menuju Saudi Arabia itu, di udara saat terbang itu mendengar suara gemeretak pada mesin pesawatnya yang dianggapnya mengalami kerusakan di mesin.. Hal itu memaksanya untuk memutar pesawat itu kembali ke Aljazair, kembali mendarat di airport yang beberapa menit lalu ditinggalkannya.
Di bandara, seluruh penumpang diturunkan, dan diminta untuk menunggu lagi di Ruang Tunggu. Tapi petugas bandara tidak menemukan ruangan tunggu yang kosong, kecuali ruangan tempat di mana perempuan tua itu sedang menangis.
Bisa dibayangkan bagaimana takjubnya perempuan tua itu, karena melihat teman-temannya sesama jamaah haji datang kembali. Ia merasa seperti bermimpi.
Dari mulutnya tidak henti-hentinya ia mengucapkan kata syukur.
Ajaibnya lagi, setelah diperiksa dengan seksama, ternyata keadaan pesawat itu baik -baik saja dan tidak ada kerusakan sama sekali. Pemeriksaan mesin pesawat tidak memakan waktu lama, Pesawat bisa kembali segera terbang. Sang nenek pun kini bisa ikut, melaksanakan ibadah hajinya.
Subhanallah. Ini ekspresi dosis tinggi dari the power of Imtaq-In ahsantum ahsantum li anfusikum.
Pesawat dengan 200 penumpang itu ternyata harus kembali ke bandara hanya untuk menjemput seorang perempuan tua yang rindu ingin menjawab seruan Tuhan-Nya.
Air mata apa yang ia teteskan sehingga mampu mengetuk pintu langit ?
Keyakinan apa yang ia miliki sehingga mampu mengubah jalannya takdir?
Bila segalanya berlalu darimu, bila semua pintu telah tertutup, tetapi engkau tetap bergantung dan berharap pada ALLAH, maka IA akan selalu ada untukmu.
Kisah ini menjadi bukti bahwa mukjizat do'a masih terjadi dan akan selalu terjadi, di zaman yang bukan zaman Nabi-Nabi pun. Copas
Khamis, Ogos 31, 2017
MENJAGA PERASAAN ORANG LAIN
Sheikh Abu Bakar bin Salim ialah seorang yang terkenal dengan sikap pemurahnya & suka melayan kepada para tetamu. Setiap hari beliau menyembelih seekor unta untuk menjamu para tetamunya. Suatu hari, datang seorang wanita tua ingin menghadiahkan beberapa cupak gandum kepada beliau.
Apabila wanita tersebut datang ke rumah Sheikh Abu Bakar bin Salim, pembantunya menanyakan apa hajat wanita tersebut. Diberitahukan dia ingin menghadiahkan gandum yang dibawanya. Pembantu tersebut mengatakan;
"Tidakkah engkau tahu bahawa Sheikh Abu Bakar bin Salim hari-hari menyembelih seekor unta dan menyediakan makanan yang banyak untuk para tetamunya? Dan kamu datang dengan beberapa cupak gandum ini sahaja?"
Maka wanita tersebut kecil hati dan pergi. Sheikh Abu Bakar bin Salim yang mendengar, turun dari rumahnya dan berlari memanggil kepada wanita tersebut dan ditanya apa hajatnya. Wanita tersebut memberitahukan hajatnya yang datang ingin memberikan hadiah berupa beberapa cupak gandum.
Maka Sheikh Abu Bakar bin Salim mengambil gandum tersebut, diletakkan di dalam serbannya, kemudian dicium gandum tersebut dan mengucapkan terima kasih serta mendoakan kepada wanita itu di atas pemberian hadiah tersebut. Beliau melakukan seperti itu semata-mata kerana ingin menghargai & menjaga perasaan wanita tersebut, walaupun pada zahirnya ianya sebuah pemberian yang kecil, akan tetapi *menjaga perasaan orang lain adalah amat bernilai disisi ALLAH S.W.T.*
Wanita tersebut pun akhirya gembira dan pulang. Sheikh Abu Bakar bin Salim kemudian menegur pembantunya dengan berkata;
"Kami tidak sampai kepada kedudukan yang kami sampai di sisi ALLAH S.W.T, kecuali dengan menjaga perasaan orang lain"
Menjaga perasaan orang adalah bahagian daripada karomah yang diberikan oleh ALLAH S.W.T kepada hamba yang beriman kepada-Nya.
• Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid
#DarMedia #DarulMurtadza #1438H
Apabila wanita tersebut datang ke rumah Sheikh Abu Bakar bin Salim, pembantunya menanyakan apa hajat wanita tersebut. Diberitahukan dia ingin menghadiahkan gandum yang dibawanya. Pembantu tersebut mengatakan;
"Tidakkah engkau tahu bahawa Sheikh Abu Bakar bin Salim hari-hari menyembelih seekor unta dan menyediakan makanan yang banyak untuk para tetamunya? Dan kamu datang dengan beberapa cupak gandum ini sahaja?"
Maka wanita tersebut kecil hati dan pergi. Sheikh Abu Bakar bin Salim yang mendengar, turun dari rumahnya dan berlari memanggil kepada wanita tersebut dan ditanya apa hajatnya. Wanita tersebut memberitahukan hajatnya yang datang ingin memberikan hadiah berupa beberapa cupak gandum.
Maka Sheikh Abu Bakar bin Salim mengambil gandum tersebut, diletakkan di dalam serbannya, kemudian dicium gandum tersebut dan mengucapkan terima kasih serta mendoakan kepada wanita itu di atas pemberian hadiah tersebut. Beliau melakukan seperti itu semata-mata kerana ingin menghargai & menjaga perasaan wanita tersebut, walaupun pada zahirnya ianya sebuah pemberian yang kecil, akan tetapi *menjaga perasaan orang lain adalah amat bernilai disisi ALLAH S.W.T.*
Wanita tersebut pun akhirya gembira dan pulang. Sheikh Abu Bakar bin Salim kemudian menegur pembantunya dengan berkata;
"Kami tidak sampai kepada kedudukan yang kami sampai di sisi ALLAH S.W.T, kecuali dengan menjaga perasaan orang lain"
Menjaga perasaan orang adalah bahagian daripada karomah yang diberikan oleh ALLAH S.W.T kepada hamba yang beriman kepada-Nya.
• Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid
#DarMedia #DarulMurtadza #1438H
Rezeki Milik Allah.. Bersyukurlah
CNP dari Group Whasspp
Ada seorang fakir miskin melewati jalan di Madinah. Di sepanjang jalan, di setiap rumah dia melihat kebanyakan penghuninya memakan daging. Dia pun merasa sedih kerana jarang sekali dapat makan daging. Dia pulang ke rumahnya dengan hati yang jengkel.
Sesampai di rumah, isterinya menyajikan kacang rebus. Dengan hati terpaksa, dia memakan kacang itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela. Dia sangat bosan dengan kacang yang dimakannya.
Dia berkata pada isterinya,😩 _“Bagaimana hidup kita ini..? Orang lain makan daging, kita masih makan kacang..”_
Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya.. Alangkah terkejutnya, dia melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumahnya, sambil memungut kulit-kulit kacang yang dibuang olehnya dan memakannya seraya bergumam :
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﻲ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﻮﻝ ﻣﻨﻲ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ
_“Segala puji bagi Allah subhanahu wata’ala yg telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga..”_
Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia menitiskan air mata, seraya bergumam :
ﺭﺿﻴﺖ ﻳﺎ ﺭﺏ
*_”Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa Allah..”_*
*****
*Sahabatku…..*
👉Rezeki itu yang penting sentiasa mengalir tak kira besar kecilnya. Jangan Berharap mengalir seperti Banjir, jikalau tak pandai berenang maka boleh tenggelam
ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ
_*”Sampai bila engkau sibuk dengan kelazatan duniawi, sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yg engkau lakukan..”*_
Berkata Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu :
ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ
☝_*Barangsiapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke dalam perutnya, maka nilai seseorang tidak lebih dari apa yg keluar dari perutnya*..”_
Rezeki itu bukan saja hanya dalam bentuk wang, banyak pekerjaan, banyak tabungan, punya banyak Asset disana-sini, intinya : *HARTA & HARTA*
Tapi Rezeki _*Ternyata..*_
👉Langkah kaki yg dimudahkan untuk hadir ke majlis ilmu, itu adalah rezeki..
👉 Langkah kaki yg dimudahkan untuk sholat berjemaah di masjid, adalah rezeki..
👉Hati yg Allah jaga jauh dari iri, dengki, dan kebencian, adalah rezeki..
Semoga kita dapat menjadi orang yg sntiasa tawadhuk & mensyukuri nikmat rezeki yg Allah berikan.
🌼🌻🌼🌻🌼🌻
Ada seorang fakir miskin melewati jalan di Madinah. Di sepanjang jalan, di setiap rumah dia melihat kebanyakan penghuninya memakan daging. Dia pun merasa sedih kerana jarang sekali dapat makan daging. Dia pulang ke rumahnya dengan hati yang jengkel.
Sesampai di rumah, isterinya menyajikan kacang rebus. Dengan hati terpaksa, dia memakan kacang itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela. Dia sangat bosan dengan kacang yang dimakannya.
Dia berkata pada isterinya,😩 _“Bagaimana hidup kita ini..? Orang lain makan daging, kita masih makan kacang..”_
Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya.. Alangkah terkejutnya, dia melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumahnya, sambil memungut kulit-kulit kacang yang dibuang olehnya dan memakannya seraya bergumam :
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﻲ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﻮﻝ ﻣﻨﻲ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ
_“Segala puji bagi Allah subhanahu wata’ala yg telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga..”_
Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia menitiskan air mata, seraya bergumam :
ﺭﺿﻴﺖ ﻳﺎ ﺭﺏ
*_”Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa Allah..”_*
*****
*Sahabatku…..*
👉Rezeki itu yang penting sentiasa mengalir tak kira besar kecilnya. Jangan Berharap mengalir seperti Banjir, jikalau tak pandai berenang maka boleh tenggelam
ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ
_*”Sampai bila engkau sibuk dengan kelazatan duniawi, sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yg engkau lakukan..”*_
Berkata Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu :
ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ
☝_*Barangsiapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke dalam perutnya, maka nilai seseorang tidak lebih dari apa yg keluar dari perutnya*..”_
Rezeki itu bukan saja hanya dalam bentuk wang, banyak pekerjaan, banyak tabungan, punya banyak Asset disana-sini, intinya : *HARTA & HARTA*
Tapi Rezeki _*Ternyata..*_
👉Langkah kaki yg dimudahkan untuk hadir ke majlis ilmu, itu adalah rezeki..
👉 Langkah kaki yg dimudahkan untuk sholat berjemaah di masjid, adalah rezeki..
👉Hati yg Allah jaga jauh dari iri, dengki, dan kebencian, adalah rezeki..
Semoga kita dapat menjadi orang yg sntiasa tawadhuk & mensyukuri nikmat rezeki yg Allah berikan.
🌼🌻🌼🌻🌼🌻
Kerana Tauhu Allah Selamatkannys
Jangan jemu berdoa
Ada sorang peniaga tauhu yg setiap hari dia pergi jual tauhu dia kt pasar. Untuk sampai pasar, dia kena naik kenderaan awam.
Untuk sampai ke jalan raya, dia perlu melalui padang sawah.
Setiap pagi dia selalu berdoa kepada Allah supaya tauhunya semua habis dijual.
Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sebelah petang. Barang dagangannya selalu habis dijual.
Satu hari tu, semasa dia lalu di sawah nak menuju ke jalan raya utk naik kenderaan awam, tiba2 dia terjatuh ke dalam sawah tersebut.
Habis semua tauhunya jatuh ke sawah, hancur dan berselerak. Bukan aje keuntungan, modal pun habis.
Dia mengeluh kepada Allah, bahkan menyalahkan Tuhan, mengapa dia diberi ujian sampai mcm ni sekali? Padahal dia selalu berdoa dan solat setiap pagi.
Akhirnya dia pun pulang tidak jadi berniaga hari itu.
Tapi dua jam kemudian dia mendengar khabar, bahawa kenderaan yg disewanya setiap hari pada pagi tu telah jatuh ke dalam gaung. Semua penumpangnya terkorban! Hanya dia satu2nya bakal penumpang yg selamat, semua adalah disebabkan tauhunya jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi utk berniaga pd hari itu dan membawa semua tauhu-tauhunya yg sdh rosak dan penyek.
Tetapi pada sebelah petang, ada seorg penternak itik 🦆 telah mencari dia dan hendak membeli tauhu utk makanan itik tetapi yg anehnya penternak itik 🦆 itu mencari tauhu yg rosak/hancur krn ia hanya utk dicampurkan dan dimakan oleh itik 🦆 sahaja. Terus peniaga itu menangis krn tauhunya yg rosak hendak dibeli semuanya oleh penternak itik 🦆 itu.
PENGAJARAN
Doa tidak semestinya dimakbulkan sesuai dgn permintaan, tapi ia diganti oleh Allah dengan sesuatu yg jauh lebih baik dari yg diminta.
Allah Maha Mengetahui keperluan kita jika dibandingkan dengan diri kita sendiri.
Sebab tu, janganlah jemu berdoa, jangan sesekali mengeluh jugak, apalagi mengutuk!
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu
padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan manusia tidak mengetahui” (Al Baqarah ayat 216).
“Jika Tuhan menjawab doamu, Ia sedang menambahkan imanmu. Jika Ia menundanya, Ia sedang menambahkan kesabaranmu. Jika Dia tidak menjawab doamu, Dia sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu.”
Semoga hari ini dan hari hari seterusnya kita semua selalu dalam lindungan serta keberkahanNya.
Siapa Yang Baca Sampai Habis. Ucaplah "Alhmdulillah" kerana janji ALLAH itu pasti.
Ada sorang peniaga tauhu yg setiap hari dia pergi jual tauhu dia kt pasar. Untuk sampai pasar, dia kena naik kenderaan awam.
Untuk sampai ke jalan raya, dia perlu melalui padang sawah.
Setiap pagi dia selalu berdoa kepada Allah supaya tauhunya semua habis dijual.
Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sebelah petang. Barang dagangannya selalu habis dijual.
Satu hari tu, semasa dia lalu di sawah nak menuju ke jalan raya utk naik kenderaan awam, tiba2 dia terjatuh ke dalam sawah tersebut.
Habis semua tauhunya jatuh ke sawah, hancur dan berselerak. Bukan aje keuntungan, modal pun habis.
Dia mengeluh kepada Allah, bahkan menyalahkan Tuhan, mengapa dia diberi ujian sampai mcm ni sekali? Padahal dia selalu berdoa dan solat setiap pagi.
Akhirnya dia pun pulang tidak jadi berniaga hari itu.
Tapi dua jam kemudian dia mendengar khabar, bahawa kenderaan yg disewanya setiap hari pada pagi tu telah jatuh ke dalam gaung. Semua penumpangnya terkorban! Hanya dia satu2nya bakal penumpang yg selamat, semua adalah disebabkan tauhunya jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi utk berniaga pd hari itu dan membawa semua tauhu-tauhunya yg sdh rosak dan penyek.
Tetapi pada sebelah petang, ada seorg penternak itik 🦆 telah mencari dia dan hendak membeli tauhu utk makanan itik tetapi yg anehnya penternak itik 🦆 itu mencari tauhu yg rosak/hancur krn ia hanya utk dicampurkan dan dimakan oleh itik 🦆 sahaja. Terus peniaga itu menangis krn tauhunya yg rosak hendak dibeli semuanya oleh penternak itik 🦆 itu.
PENGAJARAN
Doa tidak semestinya dimakbulkan sesuai dgn permintaan, tapi ia diganti oleh Allah dengan sesuatu yg jauh lebih baik dari yg diminta.
Allah Maha Mengetahui keperluan kita jika dibandingkan dengan diri kita sendiri.
Sebab tu, janganlah jemu berdoa, jangan sesekali mengeluh jugak, apalagi mengutuk!
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu
padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan manusia tidak mengetahui” (Al Baqarah ayat 216).
“Jika Tuhan menjawab doamu, Ia sedang menambahkan imanmu. Jika Ia menundanya, Ia sedang menambahkan kesabaranmu. Jika Dia tidak menjawab doamu, Dia sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu.”
Semoga hari ini dan hari hari seterusnya kita semua selalu dalam lindungan serta keberkahanNya.
Siapa Yang Baca Sampai Habis. Ucaplah "Alhmdulillah" kerana janji ALLAH itu pasti.
Jumaat, Ogos 11, 2017
RUU 164 - SUATU BAHANA YANG UMNO TINGGALKAN UNTUK GENERASI AKAN DATANG
Sila catatkan dalam diari masing2...9 Ogos 2017 adalah hari malang buat umat Islam di Malaysia di bawah umno be end dgn dibantu oleh pakatan haprak....
Aku tidak mahu melanjutkan kekeliruan sebab ramai yg aku lihat masih lagi termanggu-manggu ke atas apa yg sebenarnya berlaku....
Jika RUU 355 dituduh oleh dap sebagai pembuka jalan kpd perlaksanaan Hudud di Malaysia ini, maka RUU 164 adalah pembuka jalan kpd terlucutnya hak umat Islam bermula dari terlucutnya hak Islam ke atas seorang anak....
Kita beriman dgn hadis bahawa seorang anak itu dibentuk oleh ibu bapanya samada menjadi yahudi, nasrani atau majusi....tapi kini ia tidak lagi....hak ibu bapa itu sudah diberikan kpd mahkamah SIVIL....
RUU 164 ini juga menghina kedudukan mahkamah Syariah yg khusus kpd umat Islam kerana tidak layak membicarakan hukum yg berkait dgn orang Islam itu sendiri, melainkan perlu merujuk kpd mahkamah SIVIL yg mempunyai kuasa lebih tinggi menurut perlembagaan....
Puak2 haprak pula sekonyong-konyongnya membuat alasan bahawa pindaan akta itu akan dibicarakan pula di Dewan Rakyat.....tahukah hangpa bahawa krisis perlembagaan pada tahun 1993 telah meminda kuasa YDP Agong iaitu apabila suatu rang undang-undang itu telah diluluskan, ia akan tetap menjadi satu undang-undang walaupun tidak diperkenankan oleh YDP Agong???....angkara siapa yg menaja pindaan Perkara 66 Perlembagaan tersebut pada tahun 1993???....tidak lain tidak bukan adalah "top dog" pakatan haprak sekarang ini iaitu mahathir.....
Mmg suatu yg malang kpd umat Islam.....sudah lah umat Islam dalam keadaan lemah dgn pelbagai tekanan ekonomi, sosial dan pelbagai sudut....hari ini hak berkeluarga secara Islam sudah dilelong dgn amat murah dan mudah oleh umno be end dan pakatan haprak....
Tiada guna melaungkan cintakan Islam jika institusi keluarga Islam dirobek dgn memberi kelebihan kpd undang-undang sekular mencorakkan bagaimana umat Islam perlu mengatur agamanya sendiri....kesialan apakah yg melanda umat Islam di Malaysia ini???....
Oleh yg demikian, bagi memastikan undang-undang ini tidak terus menjerut umat Islam dan membunuh identiti umat Islam di Malaysia, tiada jalan lain iaitu memastikan umno be end TERKUBUR pada PRU 14 ini dan pakatan haprak tidak boleh terus diberikan laluan utk mencorakkan Islam atas alasan "hak asasi" beragama kerana umat Islam lebih berhak ke atas agama dan penganutnya....
Aku sudah habis bahasa utk menggambarkan perasaan aku andainya mengenangkan apakah yg bakal dilalui oleh zuriat keturunan aku pada masa depan.....
Carborundum44
☠: : RUU 164 : TRAGEDI MALANG BUAT UMAT ISLAM DI NEGARA INI
(10 Ogos 2017)
(10 Ogos 2017)
1. Parlimen Malaysia mencatat sebuah lagi episod sejarah yang perlu dikenang semalam. 9 Ogos 2017 akan tertulis dalam memori mengerikan buat negara yang selama ini digelar sebagai sebuah negara Islam apabila rang undang-undang bagi meminda Akta Membaharui Undang-undang (Perkahwinan dan Perceraian) 1976 atau dikenali juga sebagai Akta 164 diluluskan pada jam 1 pagi setelah dibahaskan selama beberapa jam di Parlimen.
2. Di pihak PAS, 13 orang Ahli Parlimennya telah mengambil bahagian dengan memberi peranan sepenuhnya membahaskan RUU 164 ini. Mereka ibarat benteng terakhir umat Islam yang mempertahankan kesucian Islam di negara ini. Mereka telah laksanakan amanah mereka dengan baik, dan Parlimen telah membuat keputusannya, dan yang pasti kesemua mereka akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT di akhirat kelak.
3. Tidak timbul PAS hanya bersikap pilih kasih dan hanya menjadi ‘penyokong’ kerajaan UMNO-BN. Ianya jelas dan bersuluh untuk dilihat. Bagi PAS, jika sesuatu perkara itu baik untuk Islam dan negara ini, sama ada kerajaan mahupun pembangkang, PAS akan menyokongnya. Sebaliknya, jika ia bertentangan dengan Islam dan rakyat di negara ini, tidak kira siapa yang mencadangkan usul ini, PAS tetap akan menentangnya. Kami ada prinsip, dan prinsip kami mudah difahami, iaitu Islam adalah matlamat tertinggi perjuangan PAS.
4. Dalam usul semalam, PAS menentang usul yang dibentangkan oleh pihak kerajaan. PAS berdiri teguh mempertahankan prinsip Islamnya, dalam keadaan pihak pembangkang lain tidak bersatu dan bersepakat dalam menyatakan pendirian. Bahkan, ahli parlimen pembangkang sanggup pula bersekongkol dengan Ahli Parlimen BN dalam meranapkan hak umat Islam di negara ini.
5. Apa yang menyedihkan, daripada sejumlah 141 Ahli Parlimen bergama Islam, baik pihak kerajaan (UMN-BN) mahupun pembangkang, tidak ada suara yang membangkang usul ini. Lebih pelik apabila Ahli Parlimen beragama Islam dari parti Amanah Negara (PAN) serta Parti Keadilan Rakyat (PKR) yang mengaku berjuang Islam tidak turut sama mengambil bahagian dalam membantah usul ini. Speaker Parlimen dengan mudah menolak bantahan MP PAS yang berjumlah 13 orang tanpa perlu mengundi kerana tidak cukup korum untuk membuat belah bahagi.
6. PAS ada sebab yang kukuh untuk menentangnya, dan bukan bangkit menentang secara semberono atau untuk meraih kepentingan politik demi populariti semata-mata. RUU 164 ini perlu ditarik balik dengan alasan yang sangat jelas dan kuat, iaitu ianya bercanggah dengan undang-undang persekutuan sedia ada seperti Seksyen 46 (2) Akta Undang-Undang Keluarga Islam Wilayah Persekutuan 2003 dan juga bercanggah dengan peruntukan Perkara 121 1A Perlembagaan Persekutuan.
7. Apa yang dibimbangkan adalah, RUU 164 membahayakan kepentingan umat Islam di negara ini. Antara bahaya yang bakal menjelma hasil dari RUU 164 ini adalah seorang anak yang dilahirkan oleh ibubapa Islam tidak mengharuskan secara terus menjadi orang Islam. Selain itu, RUU 164 ini memperuntukkan bahawa orang bukan Islam tidak dikehendaki menganut Islam sekiranya ingin berkahwin dengan orang Islam. Sebaliknya, orang Islam hendaklah dibenarkan keluar dari Islam sekiranya ingin berkahwin dengan orang bukan Islam tanpa boleh dikenakan apa-apa tindakan undang-undang.
8. Antara lain, hak umat Islam yang terlucut hasil dari RUU 164 ini ialah seseorang atau pasangan suami isteri yang menukar agamanya dengan memeluk Islam tidak patut diberikan hak jagaan anak. Bahkan orang bukan Islam yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengan seseorang yang memeluk Islam hendaklah diberikan hak menuntut harta pusakanya selepas kematiannya.
9. Dengan meluluskan Akta RUU 164, bererti kekalahan besar terhadap kepentingan Islam dan kemenangan moral buat pembenci Islam di negara ini. Selepas ini, satu demi satu hak umat Islam terlucut, ditarik, ditukar dengan memberikan pelbagai kelebihan buat sesiapa untuk murtad, menukar agama, dan mengikis hak terutama penjgaan hak terhadap anak-anak.
10. Semoga tragedi di Parlimen pada 9 Ogos 2017 membuka mata rakyat bahawa kerajaan pimpinan UMNO-BN tidak boleh diharap untuk membela agama Islam. Selama mereka memerintah, selama itulah umat Islam akan terus tergadai dan terabai. Di sisi yang lain, kelihatan jelas parti-parti pembangkang bukan pembela Islam sejati, sebaliknya hanya menjadikan Islam sebagai bahan pelaris produk mereka sahaja. Ketika sempit, Islam dijulang dan ketika ingin mencapai sesuatu, Islam dibuang! Bayangkan kalau mereka memerintah kelak, apa akan jadi kepada nasib umat Islam di negara ini?
DR RIDUAN MOHD NOR
Ahli Jawatankuasa PAS Pusat
Ahli Jawatankuasa PAS Pusat
Secara ringkasnya pindaan akta ini sebenarnya adalah satu tragedi malang kpd umat Islam di Malaysia....dan lebih malang apabila puak2 pan yg diketuai oleh mujahid telah beryuji dgn umno be end bagi meluluskan pindaan yg bakal meruntuhkan kepentingan umat Islam di dalam sebuah negara yang majoriti rakyatnya menganut agama Islam....
Puak2 dap tu sudah tentu lah bergembira sbb segala usaha depa utk memandulkan perkembangan Islam di negara ini makin menyerlah dgn bantuan puak2 pan....
Aku mengajak penyokong2 pan sekalian utk berfikir....selama berpuluh tahun kepentingan seseorang yg menganut agama Islam dipertahankan termasuklah anak2 nya kerana kita beriman dgn hadis bahawa anak2 itu ibarat kain putih dan kpd ibu bapanya yg mencorakkan anak itu samada yahudi, majusi atau nasrani....dan kita meyakini bahawa agama Islam ni adalah agama yg benar....tapi dgn pindaan ini, umno be end, pan dan dap telah menggadaikan hak umat Islam kepada mahkamah sivil.....
Hairan amat bagaimana RUU 355 yang tidak berkaitan dgn bukan Islam ditentang oleh dap dan pan, tetapi pada masa yg sama....hari ini puak2 ini telah berjaya merampas pulak hak umat Islam....
Ibarat kata seorang penyokong tegar pakatan haprak hari ini berikutan perkembangan RUU 164 ini, katanya "menyokong pakatan haprak pada hari ini seolah2 menjual Islam"....
Alfaqir Ilallah Ppk
Rabu, Ogos 09, 2017
DARI BUKU PERANG ARMEGADDON
Tanda Kiamat Dari No. 45 hingga No. 47
HADIS PERTAMA
Sabda Rasulullah Sollahu ‘alaihi wasallam
(حديث مرفوع)
(حديث موقوف) فَقَالَ : إِنِّي فَقَالَ : إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : " بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ سِتًّا :
إِمَارَةَ السُّفَهَاءِ ، وَبَيْعَ الْحُكْمِ ، وَكَثْرَةَ الشَّرْطِ ،
وَاسْتِخْفَافًا بِالدِّمَاءِ ، وَقَطِيعَةَ الرَّحِمِ ، وَنَشْئًا يَقْرَءُونَ
الْقُرْآنَ ، لا يُقَدَّمُونَ لأَنَّهُمْ فُقَهَاءُ ، وَلَكِنْ لِيُغَنُّوا " .
Bersegeralah untuk melakukan amal soleh apabila
telah mncul enam perkara :
1.
Perlantikan
pemimpin-pemimpin yang bodoh
2.
Ramainya
bilangan anggota polis
3.
Penjualan
kepimpinan yakni jawatan
4.
Tidak
adanya penghargaan terhadap darah
5.
Pemtusan
lilaturrahim
6.
Orang
mabuk yang menjadikan Al-Quran sebagai alat nyanyi (seruling) di mana mereka
mendahulkan seseorang di antara mereka menjadi imam agar menyanikannya walaupun
orang tersebut adalah orang yanng paling sedikit ilmunya.
No 45
Mendahulukan seorang lelaki menjadi imam solat
kerana bagus suaranya, walaupun kurang ilmu dan keutamaannya.
Hadis Tentang Ahli
Ibadah
Ahli Ibadah Yang
Bodoh Dan Qari Yang Fasik;-
Daripada Anas r.a.
ia berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Kelak, di akhir zaman, akan ada
ahli ibadah yang bodoh dan para qari yang fasik;- (Riwayat Ibnu ‘Adi).
Menunjuk-Nunjuk
Ketika Berdoa
Dari Saad r.a.
bahawa Nabi s.a.w. bersabda: ” Kelak akan terdapat kaum yang berlebih-lebih
(menunjuk-nunjuk) dalam berdoa “;- (Riwayat Ahmad).
Imam Yang
Melambatkan Waktu Solat
Dari Ibnu Ame r.a
bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya nanti selepas peninggalanku akan
terjadi; para imam mengakhirkan solat dari waktunya. Oleh kerana itu hendaklah
kamu mengerjakan solat tepat pada waktunya. Jika kamu datang bersama mereka
untuk mengerjakan solat, maka bersolatlah kamu;- (Riwayat Thabrani).
Yang
Berhak Menjadi Imam
يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ
لِكِتَابِ اللَّهِ وَأَقْدَمُهُمْ قِرَاءَةً فَإِنْ كَانَتْ قِرَاءَتُهُمْ سَوَاءً
فَلْيَؤُمَّهُمْ
أَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَلْيَؤُمَّهُمْ
أَكْبَرُهُمْ سِنًّا
Dan telah menceritakan kepada kami
Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basyar kata Ibnul Mutsanna; telah menceritakan kepada
kami Muhammad bin Ja’far dari Syu’bah dari Ismail bin Raja’ katanya; aku
mendengar Aus bin Dham’aj mengatakan;
Aku mendengar Abu Mas’udberkata; Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada kami: “Hendaknya
yang berhak menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak dan paling baik
bacaan kitabullah (alquran), jika dalam bacaan sama, maka yang paling dahulu
hijrah, jika mereka dalam hijrah sama, maka yang lebih dewasa. (HR.
Muslim no.1079, Abu
Daud no.1079,
Ahmad no.21308, Ibnu
Majah no.970)
No. 46
Penjualan kepimpinan atau jawatan (hukum), iaitu
bahawa jawatan diterima dengan wang.
Sabda Rasulullah sollahu alaihi wasallam :
فعن
جابر بن عبدالله رضي الله عنه ان النبي صلى الله عليه وسلم قال لكعب بن عجرة «
اعاذك الله يا كعب من امارة السفهاء» قال وما امارة السفهاء يا رسول الله قال «
امراء يوكونوا بعدي لا يهتدون بهديي ولا يستنون بسنتي فمن صدقهم بكذبهم واعانهم
على ظلمهم فأولئك ليسوا مني ولست منهم ولا يردون على حوضي ومن لم يصدقهم بكذبهم
ولم يعنهم على ظلمهم فاولئك مني وانا منهم و يردون على حوضي يا كعب بن عجرة: الصوم
جنة و الصدقة تطفىء الخطيئة و الصلاة قربان – او قال برهان – يا كعب بن عجرة لا
يدخل الجنة لحم نبت على سحت ابدا النار اولى به يا كعب بن عجرة الناس غاديان
فمبتاع نفسه فمعتقها – او قال موبقه
Hadis Riwayat Jabir ra bahawa Nabi bersabda kepads
Kaab bin Ujrah, semuga Allah melindungi kamu dari kepimpinan sufaha’. Kaab
bertanya, ” apa itu kepimpinan sufaha’?. Jawab baginda,” yaitu kepimpinnan
selepas aku yang tidak ikut hidayah dan sunnah aku. Sesiapa yang membenarkan
mereka dengan penyelewengan mereka serta membantu kezaliman mereka maka mereka
bukanlah golonganku dan aku bukan golongan mereka. Mereka dihalang dari
haudhku. Barangsiapa yang tidak membenarkan mereka atas pembohongan serta tidak
menolong mereka atas kezaliman mereka, itulah golonganku, aku termasuk golongan
mereka dan menemui daku dihaudhku.
Wahai Kaab, puasa adalah
perisai dan sholat adalah sembahan, sesungguhnya tidak akan masuk syurga akan
daging yang tumbuh dari yang haram dan neraka adalah selayak baginya. Wahai
Kaab, manusia berpagi hari dengan dua keadaan: tergadai dirinya dan dia
menebusnya atau yang terjual dirinya kemudian dia hancur.” HR Ahmad
Dalam Shahih Al-Hakim disebutkan hadits
dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhuma secara marfu',
إن من أشراط الساعة أن يوضع الاخيار ويرفع الاشرار.
"Sesungguhnya di antara tanda-tanda Hari Kiamat ialah orang-orang pilihan direndahkan, sedang orang-orang jahat diangkat".
(Diriwayatkan Al-Hakim di Shahih-nya 4/554-555 dan menshahihkannya dengan disetujui Adz-Dzahabi. Hadits tersebut juga diriwayatkan Ath-Thabrani. Al-Haitsami berkata di Majmauz Zawaid 7/326, "Para perawi hadits tersebut adalah para perawi shahih").
إن من أشراط الساعة أن يوضع الاخيار ويرفع الاشرار.
"Sesungguhnya di antara tanda-tanda Hari Kiamat ialah orang-orang pilihan direndahkan, sedang orang-orang jahat diangkat".
(Diriwayatkan Al-Hakim di Shahih-nya 4/554-555 dan menshahihkannya dengan disetujui Adz-Dzahabi. Hadits tersebut juga diriwayatkan Ath-Thabrani. Al-Haitsami berkata di Majmauz Zawaid 7/326, "Para perawi hadits tersebut adalah para perawi shahih").
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
لا تقوم الساعة حتى يَسُود كل قبيلة
منافقوها
"Hari Kiamat tidak
terjadi hingga orang-orang munafik setiap kabilah menjadi pemimpin di setiap
kabilah".
(Diriwayatkan Ath-Thabrani dan Al-Bazzar
hadits no.3416 dari Abu Mas'ud).
Jika raja dan pemimpin manusia seperti itu, seluruh urusan menjadi tunggang terbalik. Akibatnya, pembohong dipercayai, orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah, orang tepercaya dikhianati, orang bodoh bicara, orang alim diam, atau dilarang bicara secara umum, seperti diriwayatkan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda,
من أشراط الساعة أن يرفع العلم ويظهر الجهل.
"Sesungguhnya di antara tanda-tanda Hari Kiamat ialah ilmu diangkat dan kebodohan tersebar". (Dari Anas bin Malik, hadits tersebut diriwayatkan Al-Bukhari hadits no.80, Muslim hadits no.2671, dan Imam Ahmad 3/98)
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda,
"Sesungguhnya ilmu dicabut dengan dicabutnya ulama hingga jika ulama tidak ada yang tersisa maka manusia mengangkat orang-orang bodoh sebagai pemimpin, kemudian para pemimpin tersebut ditanya, lalu mereka memberi fatwa tanpa ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan".
(Dari Abdullah bin Amr, hadits tersebut diriwayatkan Imam Ahmad 2/162, 190, Al-Bukhari hadits no.100, 7307, dan Muslim hadits no.2673. Hadits tersebut dishahihkan Ibnu Hibban hadits nomer 4571, 6719, dan 6723
No. 47
Memandang rendah kepada darah
إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ
: " بَادِرُوا
بِالأَعْمَالِ سِتًّا : إِمَارَةَ السُّفَهَاءِ ، وَبَيْعَ الْحُكْمِ ، وَكَثْرَةَ
الشَّرْطِ ، وَاسْتِخْفَافًا بِالدِّمَاءِ ،
HADIS KE 2
(حديث
مرفوع) حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ ، عَنْ بَشِيرِ بْنِ سَلْمَانَ ، عَنْ سَيَّارٍ
أَبِي الْحَكَمِ ، عَنْ طَارِقٍ , قَالَ : كُنَّا عِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ جُلُوسًا
، فَجَاءَ آذِنُهُ , فَقَالَ : قَدْ قَامَتِ الصَّلاةُ ، فَقَامَ وَقُمْنَا مَعَهُ
، فَدَخَلْنَا الْمَسْجِدَ ، فَرَأَى النَّاسَ رُكُوعًا فِي مُقَدَّمِ الْمَسْجِدِ
، فَكَبَّرَ وَرَكَعَ ، وَمَشَيْنَا وَفَعَلْنَا مِثْلَ مَا فَعَلَ ، فَمَرَّ
رَجُلٌ مُسْرِعٌ , فَقَالَ : عَلَيْكُمُ السَّلامُ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ ،
فَقَالَ : صَدَقَ اللَّهُ ، وَبَلَّغَ رَسُولُهُ ، فَلَمَّا صَلَّيْنَا رَجَعَ ، فَوَلَجَ
عَلَى أَهْلِهِ ، وَجَلَسْنَا فِي مَكَانِنَا نَنْتَظِرُهُ حَتَّى يَخْرُجَ ،
فَقَالَ بَعْضُنَا لِبَعْضٍ : أَيُّكُمْ يَسْأَلُهُ ؟ ، قَالَ طَارِقٌ أَنَا
أَسْأَلُهُ ، فَسَأَلَهُ ، فَقَالَ : عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ : " بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ : تَسْلِيمُ الْخَاصَّةِ ،
وَفُشُوُّ التِّجَارَةِ حَتَّى تُعِينَ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا عَلَى التِّجَارَةِ
، وَقَطْعُ الأَرْحَامِ ، وَفُشُوُّ الْقَلَمِ ، وَظُهُورُ الشَّهَادَةِ
بِالزُّورِ ، وَكِتْمَانُ شَهَادَةِ الْحَقِّ " .
No. 48
Seorang isteri bekerja dalam satu syarikat dengan
suaminya (isteri menjadi pengarah atau lebih tinggi pangkat daripada suaminya),
Rasulullah sollahu alaihi wasallam bersabda :
DI pintu gerbang (dekat) hari kiamat, salam
(ucapan assalamualaikum) hanya diucap kepada orang yang khusus (yang sudah
dikenal sahaja), tersebar dan berkembangnya perdagangan sehingga seorang isteri
membantu suaminya untuk berdagang (Hadis sohih – Ahmad)
Dalam tanda ke 28 dinyatakan :
Jarak di antara pasar menjadi dekat yang
menunjukkan banyaknya kegiatan perdagangan, sabda Rasulullah sollahu alaihi
wasallam :
12450 وعن أبي هريرة أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - قال
: " لا تقوم الساعة حتى تظهر الفتن ، ويكثر الكذب ، وتتقارب الأسواق ،
ويتقارب الزمان ، ويكثر الهرج " ، قلت : وما الهرج ؟ قال : " القتل "
Tersebarnya fitnah, banyak sifat bohong, dekatnya
jarak dengan pasar, pendeknya waktu, banyak al Harj iaitu pembunuhan
Dalam tanda ke 26 dinyatakan:
Hilangnya kewaspadaan manusia dalam mendapatkan
rezeki halal, Sabda Rasulullah sollahu alaihi wasallam :
عن أبي هريرة - رضي الله عنه - أن رسول الله -
صلى الله عليه وسلم - قال:((يأتي على الناس
زمان لا يبالي المرء ما أخذ منه، أمن الحلال أم الحرام))؛ رواه البخاري.
akan dating kepada manusia suatu zaman di
mana orang-orang tidak pedulikan terhadap apa-apa yang merek peroleh, apakah
rezeki itu, dari yang halal ataukah dari yang haram.
Langgan:
Catatan (Atom)