Sabtu, Jun 11, 2016

Topik2 dalam Al Quran

Nikmat Allah SWT
       Seharusnya kita ingat bahawa nikmat Allah SWT terlalu banyak. Sekiranya kita hilang sesuatu nikmat yang Allah SWT pinjamkan ada banyak lagi nikmat Allah SWT di alam ini.
وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
1.     
“Dan apabila kamu menghitung ni’mat Allah, nescaya kamu tidak akan dapat menghitungnya” (Q.S. Ibrahim: 34)
      
Bersyukur
     Sebagai manusia kita perlu bersyukur akan nikmat yang kita kecapi selama ini dan akan datang kerana Allah SWT menjanjikan untuk menambahkan lagi nikmatNya. Namun, jika kufur, kita akan menerima azab yang pedih.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
2.     “Apabila kamu bersyukur nescaya akan Aku tambahkan nikmat-Ku, dan apabila kamu kufur maka adzab-Ku sangat pedih” (Q.S. Ibrahim:7)
      
Tidak Putus Asa 
    Jangan kita mudah putus asa dalam melakukan sesuatu kebaikan kerana Allah SWT mengizinkan kita mengubah kehidupan jika kita terus berusaha.
لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

3.     “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”(Q.S. Ar-Ra’d:11)


Kejadian Allah SWT Tidak Sia-Sia 
    Sesuatu perkara yang kita tidak suka atau tidak sanggup menanggungnya merupakan perkara yang terbaik  untuk kita kerana setiap perkara Allah SWT tentukan adalah tidak sia-sia.
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ (البقرة: 216)
4.     “Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui “ (Q.S. Al-Baqarah:216)
    
Bersama Orang Beriman
    Selagi kita berada dalam kelempok orang yang beriman, maka kita tetap mendapat pengiktirafan yang tinggi daripada Allah SWT. Biarpun manusia memandang rendah kepada kita.
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

5.     “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al-Imran: 139)


Rahmat Allah SWT Sentiasa Ada
    Rahmat Allah SWT sentiasa ada di setiap masa  dan di mana sahaja untuk kita. Dia tidak suka kita berputus asa.
يٰبَنِىَّ اذْهَبُوا۟ فَتَحَسَّسُوا۟ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكٰفِرُونَ ﴿يوسف:٨٧﴾

6.     “Dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur.” (Q.S. Yusuf: 87)
    
Allah SWT Tahu  Kemampuan Kita
     Suatu perkara yang kita tanggung sebenarnya mengikut kemampuan kita. Allah SWT maha mengetahui kemampuan setiap hambaNya.

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ
7.     “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah: 286)


Kesenangan Di sebalik Musibah
     Usahlah bimbang apabila ditimpa musibah kerana di sebalik musibah itu ada hikmah dan mungkin nikmat yang lebih banyak bakal kita kecapi.
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
8.     “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah: 5-6)


Penawar Bagi Ujian
      Allah SWT menyukai orang yang sabar dan menjaga solatnya. Dua amalan ini merupakan perawat yang paling mujarab jika kita ditimpa ujian.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

9.     “Wahai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan melalui Sabar dan Shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan benar-benar akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan kekurangan buah-buahan, dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar, (yaitu) yang apabila mereka tertimpa musibah mereka mengatakan “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali”(Q.S. Al-Baqarah: 155-156)



Taubat Segera
    Jika kita melakukan kesalahan, jangan ditunggu-tunggu lagi. Bersegeralah memohon ampun dan bertaubat kepada Allah SWT kerana Dia Maha Pengampun.
نَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا (17) وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآَنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (18)


10.  “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal seseorang di antara mereka, barulah ia mengatakan: Sesungguhnya saya bertaubat sekarang. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (Q.S. An-Nisa: 17-18)


Takwa Adalah Penyelamat
      Dalam setiap perkara atau situasi yang kita alami hendaklah kita bertakwa kepada Allah SWT kerana ia akan menyelamatkan kita.


11.  
فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (٣)
“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)

Semoga 11 Ayat Motivasi Dari Al-Quran ini dapat memberi kelebihan kepada kita semua. Ayat-Ayat Al-Quran juga turut memberi inspirasi kepada kita.


Kisah Ikan & Air (Copy Paste)

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimakah air?”

Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”

Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.

Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an


Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang kisah masuknya seorang dokter Amerika ke dalam Islam. Dari apa yang kuingat dari kisah yang indah ini adalah : Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat.
Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.
Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kekacauan ini terjadi disebabkan kesilapan jururawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut. Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim,
”Engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. Maka tunjukkanlah kepadaku cara mengetahui siapa ibu dari masing-masing bayi ini..!!”
Dokter Muslim itupun menjawab,
”Ya, Al-Qur’an telah menerangkan segala sesuatu dan akan aku buktikan kepadamu tentang hal itu. Biarkan kami mendiagnosa ASI kedua ibu dan kami akan menemukan jalan keluar.”
Setelah nampak hasil diagnosa, dengan sangat percaya diri dokter muslim itu memberitahu temannya si dokter Amerika, siapakah ibu sebenarnya dari masing-masing bayi tersebut…!!!! Dokter Amerika itupun terheran-heran dan bertanya, ”Bagaimana kamu tahu?”
Dokter Muslim menajwab
”Sesungguhnya hasil yang nampak menunjukkan bahwasanya kadar banyaknya ASI pada payudara ibu si bayi laki-laki dua kali lipat kandungannya dibanding ibu si bayi perempuan. Perbandingan kadar garam dan vitamin pada ASI si ibu bayi laki-laki itu juga dua kali lipat dibanding ibu si bayi perempuan.”
Kemudian dokter muslim tersebut membacakan ayat Al-Qur’an yang dia jadikan dasar argumen dari jalan keluar itu,
 يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ
”Bagi laki-laki seperti bagian dua perempuan.” (QS. An-Nisa:11)
Dan setelah mendengarkan dokter Amerika itu arti ayat tersebut, dia jadi bengong, dan dia menyatakan keislamannya secara spontan tanpa ragu-ragu. Subhanallah, Maha Suci Allah Robb semesta alam.
Diambil dari : Kolom Kisah Teladan, Majalah Qiblati |Vol.01/No.4/ Desember 2005 | Dzulqa’idah 1426 H.

Ayah Bertaubat Kerana Anak 7 Tahun

copy paste
https://enkripsi.wordpress.com/2010/07/26/seorang-ayah-bertaubat-dengan-sebab-anaknya-yang-masih-berusia-7-tahun/
Satu lagi, kisah nyata di zaman ini. Seorang penduduk Madinah berusia 37 tahun, telah menikah, dan mempunyai beberapa orang anak. Ia termasuk orang yang suka lalai, dan sering berbuat dosa besar, jarang menjalankan shalat, kecuali sewaktu-waktu saja, atau karena tidak enak dilihat orang lain.
Penyebabnya, tidak lain karena ia bergaul akrab dengan orang-orang jahat dan para dukun. Tanpa ia sadari, syaitan setia menemaninya dalam banyak kesempatan.
Ia bercerita mengisahkan tentang riwayat hidupnya:
“Saya memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Marwan. Ia bisu dan tuli. Ia dididik ibunya, perempuan shalihah dan kuat imannya.
Suatu hari setelah adzan maghrib saya berada di rumah bersama anak saya, Marwan. Saat saya sedang merencanakan di mana berkumpul bersama teman-teman nanti malam, tiba-tiba, saya dikejutkan oleh anak saya. Marwan mengajak saya bicara dengan bahasa isyarat yang artinya, ”Mengapa engkau tidak shalat wahai Abi?”
Kemudian ia menunjukkan tangannya ke atas, artinya ia mengatakan bahwa Allah yang di langit melihatmu.
Terkadang, anak saya melihat saya sedang berbuat dosa, maka saya kagum kepadanya yang menakut-nakuti saya dengan ancaman Allah.
Anak saya lalu menangis di depan saya, maka saya berusaha untuk merangkulnya, tapi ia lari dariku.
Tak berapa lama, ia pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, meskipun belum sempurna wudhunya, tapi ia belajar dari ibunya yang juga hafal Al-Qur’an. Ia selalu menasihati saya tapi belum juga membawa faidah.
Kemudian Marwan yang bisu dan tuli itu masuk lagi menemui saya dan memberi isyarat agar saya menunggu sebentar… lalu ia shalat maghrib di hadapan saya.
Setelah selesai, ia bangkit dan mengambil mushaf Al-Qur’an, membukanya dengan cepat, dan menunjukkan jarinya ke sebuah ayat (yang artinya):
”Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari Allah Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaithan” (Maryam: 45)
Kemudian, ia menangis dengan kerasnya. Saya pun ikut menangis bersamanya. Anak saya ini yang mengusap air mata saya.
Kemudian ia mencium kepala dan tangan saya, setalah itu berbicara kepadaku dengan bahasa isyarat yang artinya,”Shalatlah wahai ayahku sebelum ayah ditanam dalam kubur dan sebelum datangnya adzab!”
Demi Allah, saat itu saya merasakan suatu ketakutan yang luar biasa. Segera saya nyalakan semua lampu rumah. Anak saya Marwan mengikutiku dari ruangan satu ke ruangan lain sambil memperhatikan saya dengan aneh.
Kemudian, ia berkata kepadaku (dengan bahasa isyarat),”Tinggalkan urusan lampu, mari kita ke Masjid Besar (Masjid Nabawi).”
Saya katakan kepadanya, ”Biar kita ke masjid dekat rumah saja.”
Tetapi anak saya bersikeras meminta saya mengantarkannya ke Masjid Nabawi.
Akhirnya, saya mengalah kami berangkat ke Masjid Nabawi dalam keadaan takut… Dan Marwan selalu memandang saya.
Kami masuk menuju Raudhah. Saat itu Raudhah penuh dengan manusia, tidak lama datang waktu iqamat untuk shalat isya’, saat itu imam masjid membaca firman Allah (yang artinya),
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syetan, maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan munkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui” (An-Nuur: 21)
Saya tidak kuat menahan tangis. Marwan yang berada disampingku melihat aku menangis, ia ikut menangis pula. Saat shalat ia mengeluarkan tissue dari sakuku dan mengusap air mataku dengannya.
Selesai shalat, aku masih menangis dan ia terus mengusap air mataku. Sejam lamanya aku duduk, sampai anakku mengatakan kepadaku dengan bahasa isyarat, ”Sudahlah wahai Abi!”
Rupanya ia cemas karena kerasnya tangisanku. Saya katakan,”Kamu jangan cemas.”
Akhirnya, kami pulang ke rumah. Malam itu begitu istimewa, karena aku merasa baru terlahir kembali ke dunia.
Istri dan anak-anakku menemui kami. Mereka juga menangis, padahal mereka tidak tahu apa yang terjadi.
Marwan berkata tadi Abi pergi shalat di Masjid Nabawi. Istriku senang mendapat berita tersebut dari Marwan yang merupakan buah dari didikannya yang baik.
Saya ceritakan kepadanya apa yang terjadi antara saya dengan Marwan. Saya katakan, “Saya bertanya kepadamu dengan menyebut nama Allah, apakah kamu yang mengajarkannya untuk membuka mushaf Al-Qur’an dan menunjukkannya kepada saya?”
Dia bersumpah dengan nama Allah sebanyak tiga kali bahwa ia tidak mengajarinya. Kemudian ia berkata, “Bersyukurlah kepada Allah atas hidayah ini.”
Malam itu adalah malam yang terindah dalam hidup saya. Sekarang -alhamdulillah- saya selalu shalat berjamaah di masjid dan telah meninggalkan teman-teman yang buruk semuanya. Saya merasakan manisnya iman dan merasakan kebahagiaan dalam hidup, suasana dalam rumah tangga harmonis penuh dengan cinta, dan kasih sayang.
Khususnya kepada Marwan saya sangat cinta kepadanya karena telah berjasa menjadi penyebab saya mendapatkan hidayah Allah.”

Khamis, Jun 09, 2016

Puasa Setahun, Khatam Setiap Hari & Ibadah Sepanjang Malam

copypaste dari.. http://hmetroo.blogspot.my/2014/09/kisah-gadis-cantik-menyesal-berkahwin.html

Seorg gadis yg terlalu cantik hendak bernikah tapi dia tak nak couple-couple nih, tambahan lagi dia mahukan seorg suami yg 'ultra warak'. so dia pun buat hebahan yg dia sudi menerima sesiapa je yg ingin menikahinya dgn syarat:
1) lelaki tu kena puasa sepanjang tahun
2) lelaki itu kena khatam al Quran setiap hari
3) lelaki itu kena beribadah sepanjang malam setiap hari.
Tak ada seorg pun laki sanggup nak terima ketiga2 syarat tu kecuali seorg jejaka yang sederhana perwatakan dan penampilannya. Akhirnya bernikahlah si jelita itu dgn lelaki tersebut.Sepanjang perkahwinan mereka, perempuan tu perhatikan jejaka tu.
"Eh...tak puasa pulak laki aku hari ni. Mcmana nak puasa setahun?"
"Hmm..aku tak nampak pun dia baca Quran hari ni..."
"Tak nampak pun laki aku bangun malam pagi ni. Dia tak solat malam ke?"
Selepas sebulan akhirnya permpuan tu tak tahan dah. Dia anggap jejaka tu menipu dia. Dia pun memohon cerai kat mahkamah sambil menyatakan alasan "ditipu oleh suaminya"
"Masa nak nikah dulu dia setuju syarat2 yg saya letak. Dah kawin langsung tidak tunaikan. Penipu!" Rungut si pempuan pada hakim.

Hakim pun tanya kpd jejaka tu, "kamu ingat apa syarat2 nikah yg isteri kamu letakkan?""Ingat, yang arif. Puasa sepanjang tahun, solat malam non stop setiap hari, khatam Quran setiap hari.." Jawab jejaka muda dengan nada lembut.

Hakim bertanya lagi. "Habis tu kamu tak buat ?"
pemuda tu selamba jawab, "buat."
Hakim menjerkah, "Isteri kamu kata kamu tak buat. Mcm mana ni?"
Pemuda itu tak mau mengalah. "Sungguh saya buat yang arif. Takkan saya nak tulis report card nak bagi tahu saya buat apa hari ni? Nanti riak pulak !!!"Hakim tidak puas hati, "baik. Hari ni kamu puasa tak?"
"Tak."Hakim terus potong ayat, "hah! Kamu tidak puasa hari ni, habis mcm mana kamu kata kamu puasa sepanjang tahun?"

Pemuda itu selamba menjawab, " Rasulullah telah bersabda sekiranya seorg itu menunaikan puasa Ramadhan sebulan dan kemudiannya menyambung dgn puasa sunat syawal 6 hari, maka seolah2 dia telah berpuasa sepanjang tahun. Saya puasa Ramadhan dan puasa 6 setiap tahun, jadi saya seolah2 berpuasa sepanjang tahun."
Hakim tu tersentak. "Habis tu mcm mana kamu khatam Al Quran setiap hari? Saya nak baca 3 muka surat sehari pun susah nak cari masa.Pemuda itu terus menjawab, "saya baca Surah Al Ikhlas 3 kali setiap kali saya sebelum tidur.

Rasulullah bersabda sesiapa yg membaca surah Al Ikhlas 3 kali maka seolah2nya dia telah membaca keseluruhan Al Quran." sambil buat senyuman lebar kpd hakim.

Hakim itu makin tergamam. "Solat malam pulak, bagaimana kamu buat?"Pemuda itu sekali lagi senyum. 
"Saya solat Isyak dan solat Subuh berjemaah.

Rasulullah bersabda, barangsiapa yg berjemaah pada waktu Isyak dan Subuh maka seolah2nya dia telah beribadah sepanjang malam"


dia terus menyambung,"Islam itu indah, yang arif. Tetapi kita selalu mengukur kewarakan dan kealiman seseorg itu berdasarkan banyaknya amalan seseorg itu yg dizahirkan sedangkan Allah mementingkan kualiti berbanding kuantiti. 

Kita cuma diberikan Allah 24 jam sehari semalam, maka pandai2lah kita bahagikan masa selaku manusia yg menghidupkan dunia serta mencari akhirat. Bukankah mencapai kejayaan di dunia juga merupakan ibadah, dan apa gunanya jika melakukan ibadah tanpa istiqamah, semua itu hanya sia-sia.
Hakim terangguk2 lalu memerintahkan si isteri bangun. "Awak sepatutnya beruntung. Awak telah dinikahi oleh seorg lelaki yg bukan sahaja amat warak tetapi amat berilmu.Dengan ini saya isytiharkan kes ini dibatalkan..."

Si suami tersenyum puas.. 

* amalan 3 ini bukan hanya dikhususkan kpd lelaki , perempuan juga boleh mendptkan nye peringatan bersama.. Mari kita lakukan bersama..Subhanallah‬ Islam Itu Indah

Semoga amalan2 baik didatangkan kekuatan utk saya dan seluruh ummat beramal dgn nya... Baca tau Dgn Niat baik ..Bismillah hirahmannirahim innaka la minal mursalin a'la siratim mustaqim tanzilal azizir rahim litunzira qaumamma unzira aba uhum fahum ghafilun . Kita berbagi doa ke sesama muslim....


Read more: http://hmetroo.blogspot.my/2014/09/kisah-gadis-cantik-menyesal-berkahwin.html#ixzz4B4zUw1Lg

Kisah Puasa.....

copypaste
  1. Shahih Bukhari Mengenai Puasa Ramadhan

    1. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda "Puasa adalah perisai diri (dari api neraka)". Maka seseorang yang sedang berpuasa janganlah menggauli istrinya, berkata kotor dan berbuat jahil, jika dia diajak bertengkar atau dicaci  hendaklah dia mengatakan, "Saya sedang berpuasa". Rasulullah Saw mengulanginya dua kali. "Demi Allah yang diriku dalam genggaman-Nya! sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah SWT lebih harum daripada bau misik/kesturi. Allah 'Azza wa Jalla berfirman : "Hambaku meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena aku. Puasa itu bagi-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya, dan setiap kebaikan akan dibalas 10 kali.[Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1894]. 
    2. Pintu Rayyan di Surga Bagi Orang-orang Yang Berpuasa: Diriwayatkan dari Sahl r.a bahwa Nabi Muhammad Saw pernah bersabda : "Di surga ada sebuah pintu bernama Ar-Rayyan yang kelak pada hari kiamat akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa, tanpa ada seorangpun selain mereka yang memasukinya. Dikatakan pada hari itu, "mana orang-orang yang berpuasa?" Maka mereka pun bangkit untuk memasuki pintu itu tanpa seorangpun selain dari mereka yang memasukinya. Ketika mereka sudah masuk semua, pintu itu ditutup dan tidak ada lagi seorangpun yang memasukinya. [Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1896]
    3. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda : "Siapa yang memberikan dua macam harta dijalan Allah akan dipanggil untuk memasuki pintu-pintu surga, Hai hamba Allah! inilah balasan harta yang kau infaqkan untuk kebaikan. Orang yang melaksanakan shalat akan dipanggil dari pintu shalat, orang yang berjihad akan dari pintu jihad, orang yang berpuasa akan dipanggil dari pintu Rayyan dan orang yang bersedekah shalat akan dipanggil dari pintu sedekah". Abu Bakar r.a mengatakan : "Saya pertaruhkan ayah dan ibu saya kepada anda (ungkapan untuk memohon izin bertanya atau berbicara), ya Rasulullah! sungguh tidak ada kesedihan sedikitpun bagi orang yang dipanggil dari semua pintu-pintu tersebut, dan apakah ada orang yang dipanggil dari semua pintu ?" Rasullah Saw menjawab : "Ya, ada, dan aku berharap kaulah salah satunya." [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadis : 1897].
    4. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dia berkata : Rasulullah Saw pernah bersabda : "Apabila bulan Ramadhan tiba, semua pintu surga terbuka." [Hadist ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1898].
    5. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dia berkata : Rasulullah Saw pernah bersabda : "Apabila bulan Ramadhan tiba, semua pintu langit/surga terbuka, semua pintu neraka tertutup dan setan-setan dibelenggu". [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1899].
    6. Apakah Ramadhan atau bulan Ramadhan perlu disebutkan dan orang yang melihat hilal (bulan sabit di awal tanggal) ? Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a, dia berkata : Saya pernah mendengar Rasullah Saw bersabda : "Apabila kamu melihat hilal (pada awal malam Ramadhan), maka berpuasalah dan apabila kamu melihat hilal (pada awal malam Syawal), maka hentikan puasa, dan apabila di langit diselimuti awan (sehingga hilal tidak terlihat), maka genapkan Ramadhan (30 hari)". [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1900].
    7. Orang berpuasa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta / jelek: Diriwaytkan dari Abu Hurairah r.a, dia berkata : Rasulullah Saw pernah bersabda : "Siapa yang berpuasa tanpa meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta / jelek, maka Allah tidak membutuhkan puasa". [Hadits ini diriwayatkan oleh AL-Bukhari, nomor hadits : 1903].
    8. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, "Semua amal ibadah anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, karena puasa adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya". Pada bagian akhir hadis disebutkan : "Orang yang berpuasa mendapat dua kesenangan, dia merasa senang ketika bertemu dengan Tuhannya, dia juga merasa senang dengan pahala puasanya." [Hadis ini diriwayatkan oleh AL-Bukhari, nomor hadist 1904].
    9. Puasa bagi orang-orang yang tidak mampu menikah untuk mengendalikan syahwat Diriwayatkan dari 'Alqamah bahwa Abdullah r.a mengatakan : Suatu ketika kami bersama Nabi Muhammad Saw, kemudian beliau bersabda : "Laki-laki yang sudah mampu menikah hendaklah ia menikah, karena menikah akan membuat pandangan matanya lebih merunduk dan membuat kemaluannya lebih terjaga. Siapa yang belum mampu menikah hendaklah ia berpuasa, karena puasa akan melerai nafsunya." [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1906]
    10. Mengenai hitungan hari puasa bulan Ramadhan: Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a, bahwa Rasulullah bersabda : "Satu bulan itu bisa 29 hari, maka janganlah kamu berpuasa Ramadhan sebelum kamu melihat hilal dan apabila langit berawan (sehingga kamu tidak melihat hilal), maka genapkanlah Sya'ban 30 hari." [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1907]
    11. Diriwayatkan oleh Ummu Salamah r.a, bahwa Nabi Saw pernah bersumpah untuk menjauhi istri-istrinya selama sebulan. Setelah berlalu 29 hari beliau datang pada pagi atau sore hari, lalu ditanyakan kepada beliau : "Anda telah bersumpah menjauhi istri-istri Anda selama satu bulan (mengapa sekarang anda datang ?)". Rasulullah Saw menjawab : "Satu bulan itu kadang-kadang 29 hari." [Hadist ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadist : 1910]
    12. Dua bulan Id tidak berkurang keutamaannya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi Saw pernah berkata : "Dua bulan Id, Ramadhan dan Dzul Hijjah tidaklah berkurang keutamaannya (meskipun kadang-kadang 29 hari)." (Hadist ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadist : 1912]
    13. Sabda Nabi Saw :"Kami tidak pandai menulis dan berhitung"Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a bahwa Nabi Saw bersabda : "Kami adalah umat ummiy. Kami tidak pandai menulis dan berhitung. Satu bulan itu sekian dan sekian". Maksudnya : Kadang-kadang 29 hari dan kadang-kadang 30 hari. [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1913]
    14. Larangan mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu hari atau dua hari sebelumnya Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi Saw pernah bersabda : "Janganlah seseorang dari kamu mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu hari atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi orang yang sudah terbiasa berpuasa sunnat yang kebetulan waktunya pada hari itu, maka ia boleh berpuasa." [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1914]
    15. Firman Allah SWT (yang artinya : "Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (Al-Quran, Surah Al-Baqarah : 187) Diriwayatkan dari Adiy bin Hatim r.a, dia berkata : Ketika turun ayat (yang artinya :".... hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam", saya mengambil dua utas tali pengikat masing-masing hitam dan putih, kemudian saya meletakkannya di bawah bantal saya. Pada malam hari saya melihat tali tersebut namun tidak tampak jelas pebedaan keduanya. Pada pagi hari saya menemui Rasulullah Saw untuk memberitahukan kepada beliau apa yang telah saya lakukan itu, kemudian beliau bersabda : "Benang hitam maksudnya gelapnya malam dan benang putih maksudnya terangnya siang (yakni fajar)." [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1916]
    16. Perkiraan jeda antara sahur dengan shalat subuh Diriwayatkan dari Anas r.a bahwa Zaid bin Tsabit r.a mengatakan : Kami makan sahur bersama Rasulullah Saw, kemudian beliau berdiri untuk melaksanakan shalat (Subuh). Ditanyakan kepada Zaid : Berapa lama kira-kira antara azan dengan sahur ? Dia menjawab : Kira-kira bacaan 50 ayat Al-Quran. [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits 1921]
    17. Sahur tidak wajib tetapi mengandung berkah Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, dia berkata : Nabi Saw pernah bersabda : "Makan sahurlah, karena makan sahur itu mengandung berkah." [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1923]
    18. Orang yang berpuasa dalam keadaan junub ketika subuh Diriwayatkan dari Aisyah dan Ummu Salamah r.a bahwa ketika fajar tiba, Rasulullah Saw pernah dalam keadaan junub sehabis menggauli istrinya, kemudian beliau mandi dan berpuasa. [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1925]
    19. Memeluk istri bagi orang yang berpuasa Diriwayatkan dari Aisyah r.a, dia berkata : Nabi Saw pernah mencium dan memeluk istrinya ketika beliau sedang berpuasa, dan beliau adalah orang yang paling mampu mengendalikan diri dibanding kalian semua. [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1927]
    20. Makan dan minum karena lupa pada saat berpuasa Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a bahwa Nabi Saw pernah bersabda : "Apabila seseorang lupa (bahwa ia sedang berpuasa) kemudian ia makan dan minum, maka hendaklah ia lanjutkan puasanya, karena demikian itu berarti ia diberi makan dan minum oleh Allah." [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1933]

Sabtu, Jun 04, 2016

Jawapan Allah Adalah Yang Tepat

Beri jawapan di tempat kosong di bawah ini dan mohon dijawab dgn jujur di dalam hati masing-masing..
1. Allah menciptakan tertawa dan ______
2. Allah itu mematikan dan ______
3. Allah menciptakan lelaki dan ______
4. Allah memberikan kekayaan dan ______
Kebanyakkan kita tentu akan dapat jawab dgn mudah iaitu :
1. Menangis
2. Menghidupkan
3. Perempuan
Tapi bagaimana no.4?
Adakah jawapan kita "kemiskinan"???
Untuk mengetahui jawapannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah SWT di dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sebagai rujukan:
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
"dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis."
(Surah An-Najm : 43).
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
"dan Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan."
(Surah An-Najm : 44).
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan
lelaki-lelaki dan perempuan. "
(Surah An-Najm : 45).
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
"dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan."
(Surah An-Najm : 48).
Ternyata jawapan kita semua betul dalam memberi jawapan dari no. 1-3, tetapi untuk jawapan untuk no. 4 ramai terkeliru dgn apa yg Allah SWT janjikan.
Jawapan Allah Ta'ala dalam al-Qur'an bukan "kemiskinan", tapi KECUKUPAN.
Subhanallah..
Sesungguhnya Allah Ta'ala hanya memberi Kekayaan dan Kecukupan kepada hamba-Nya. Dan ternyata yg "menciptakan" kemiskinan adalah diri kita sendiri.
Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yg sentiasa bersyukur; walaupun hidup serba kekurangan ia akan tetap tersenyum dan merasa cukup, bukan merasa miskin!
Jadi, marilah kita bangkitkan rasa kesyukuran dan kecukupan di dalam hati dan fikiran kita, berhenti
mengeluh, berhenti mengatakan rezeki kecil, agar kita menjadi hamba-Nya yg selalu bersyukur.
😊😊😊😊😊

Sabtu, Mei 21, 2016

PENYEBUTAN DAJJAL DALAM AL QURAN

Para ulama bertanyakan hikmah tidak disebutkannya Dajjal secara khusus di dalam Al-Quran padahal fitnahnya sangat besar dan para nabi selalu memperingatkan kaumnya akan fitnahnya dan memohon perlindungan kepada Allah dari fitnahnya itu ada setiap kali melakukan solat.
Menghadapi pertanyaan seperti itu, para ahli memberikan jawapan sebagai berikut :

1. Bahawa Dajjal itu disebutkan dalam kandungan lafaz ayat (tanda-tanda) yang tertera dalam firman Allah :
يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ
Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu (pula)".
Ayat-ayat sebagaimaa tersebut dalam firman Allah di atas ialah Dajjal, terbitnya matahari dari barat dan keluarnya binatang dari perut bumi, sebagaimana yang ditafsirkan oleh hadis yang diriwyatkan oleh Iman Muslim dana Imam Termizi dari Abi Hurairah ra ia berkata bahawa Raslullah SAW telah bersabda :
ثَلَاثٌ إِذَا خَرَجْنَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَالدَّجَّالُ وَدَابَّةُ الْأَرْضِ أخرجه مسلم .
Ertinya : “tiga perkara yang apabila telah muncul maka tidaklah bermanfaat iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau ia belum mengusahakan kebaikan dalam imannya itu iaitu terbitnya matahari dari barat, dajjal dan binatang yang keluar dari perut bumi.”
2. Al-quranul karim menyebutkan turunnya Nabi Isa a.s, cukuplah menyebut Masih Al-Huda saja   tanpa menyebut Masih Adh-Dhalalah (dajjal). Dan menurut kebiasaan orang arab, mereka menganggap cukup menyebut salah satu dari dua hal yang berlawanan, tanpa menyebut satunya (lawannya).
3. Dajjal juga disebutkan dalam firman Allah:
لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Yang dimaksudkan dengan manusia (an-Nas) di sini adalah Dajjal. Ini termasuk ‘ithlaqul kulli’ alal ba’dhi” (menyebut kesluruhan untuk sebahagian)
Abul Aliyah berkata “maksudnya, penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan Dajjal, ketika orang-orang Yahudi mengagungkannya. “Ini, kalau sahih merupakan jawapan terbaik dan ini termasuk masalah yang menjadi tanggungan Nabi SAW untuk menjelaskannya. Allahlah Yang Maha Mengetahui.
4. Al-Quran tidak menyebut-nyebut Dajjal adalah untuk merendahkan dan menghinakan keadaannya, kerana dia mengaku sebagai Tuhan padaha dia adalah manusia biasa yang haliah (keadaannya) menafikan (meniadakan) keluhuran dan keagungan Allah, kesempurnaan, kebesaran, kesuciannya dari segala kekurangan. Kerana itu dia sangat hina dan terlalu rendah hingga tidak perlu disebut-sebut dalam AL-Quran.
Di samping itu para Nabi telah memperingatkan kaumnya terhadap Dajjal ini dan menjelaskannya bahaya dan fitnahnya sebagaimana telah disebutkan sebelum ini.
Kalau dibandingkan dengan Firaun yang disebutkan dalam Al-Quran padahal dia juga mengaku sebagai Tuhan maka jawapannya adalah ahawa urusan Firaun elah berlalu dan telah selesai dan disebutkannya dalam Al-Quran sebagai pelajaran dan perhatian.
Sedangkan masalah Dajjal baru akan terjadi pada akhir zaman Maka tidak disebutkannya Dajjal dalam Al-Quran sebagai ujian, dan pengakuannya sebagai Tuhan merupakan perkara yang sangat jelas untuk diingat sebagai tanda kebatilannya. Kerana pada dirinya terdapat banyak kekurangan dan kehinaan serta kerendahan yang amat jelas yang tidak sesuai dengan kedudukan yang didakwanya (yakni pengakuannya sebagai Tuhan). Maka tidak disebutkannya dalam Al-Quran kerana Allah mengetahui bahawa keadannya yang seperti itu tidak akan menakutkan hamba-hambaNya, sebagaimana yang dikatakan oleh seorang pemuda yang dibunuh oleh dajjal lantas dihidupkannya kembali, “Demi Allah, saya sangat mengerti tentang keadaannya dan siapa engkau sebenarnya pada hari itu”. (Sohih Bukhari)
Dan adakalanya sesuatu itu tidak disebutkan kerana sangat jelas, misalnya ketika Nabi SAW, sakit menjelas wafat, baginda tidak menulis surat (wasiat) untuk mengangkat Abu Bakar As-Siddiq sebagai khalifah, kerana jelasnya masalah itu bagi baginda. Perkara ini disebabkan mulianya kedudukan Abu Bakar di sisi para sahabat ra.
Kerana itu Nabi SAW berkata “Allah dan orang-orang mukmin tidak mahu kecuali Abu Bakar. (Sohih Muslim)
Ibnu Hajar mengatakan bahawa pertanyaan tentang tidak disebutkannya Dajjal dalam Al-Quran ini akan sentiasa muncul, sebab Allah swt menyebut Ya’juj dan Ma’juj dalam Al-Quran yang fitnahnya hampir sama dengan fitnah Dajjal. (Fathul Bari)
Demikianlah, dan barangkali jawapan yang pertamalah yang lebih tepat, wallahu a’alam. Maka Dajjal telah disebutkan dalam kandungan kata “aayat” dan Nabi SAW yang menjelaskan kemujmalannya.
   



Selasa, Mei 10, 2016

DOSA BESAR DAN DOSA KECIL

Abu Nawas dianggap tokoh lucu… namun dianggap juga sebagai tokoh ulama, sufi.. orang Persia lahir tahun 750M di Ahwaz..dan meninggal tahun 819M di Baghdad..!!! Ia mengabdikan diri nya pada Sultan Harun Al Rasyid Raja Baghdad… !!! Karena Abu Nawas juga dianggap seorang ulama.. maka banyak muridnya … dan suatu ketika… ada tiga orang yang menanyakan kepada Abu Nawas pertanyaan yang sama.!!!

Pertanyaannya adalah “Manakah yang lebih utama mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil… ???”

Orang pertama menanyakan hal itu, dan jawaban Abu Nawas adalah “Orang yang mengerjakan dosa kecil.. !!!” Mengapa… tanya orang pertama. Sebab lebih mudah diampuni oleh Allah.. kata Abu Nawas.  Orang pertama puas, yaagh karena ia memang yakin akan hal itu… !!!

Orang kedua menanyakan hal yang sama,… dan jawaban Abu Nawas adalah “Orang yang tidak mengerjakan kedua-duanya… !!!” Mengapa begitu… tanya orang kedua. Yaagh dengan begitu tentu tidak memerlukan pengampunan Allah… kata Abu Nawas… !!! Orang kedua … langsung dapat mencerna penjelasan Abu Nawas…. !!!

Orang ketiga menanyakan juga hal yang sama… !!! Namun jawaban Abu Nawas adalah Orang yang mengerjakan dosa besar… !!! Mengapa … ??? tanya orang ketiga. Sebab pengampunan Allah kepada hambanya sebanding dengan besarnya dosa hambanya itu… !!! jawab Abu Nawas. Orang ketiga puas dengan penjelasan Abu Nawas… !!!

Seorang murid Abu Nawas … yang bingung menanyakan kepada Abu Nawas… !!! “Mengapa dengan pertanyaan yang sama menghasilkan jawaban berbeda… ??? tanyanya.

Jawaban Abu Nawas adalah manusia dibagi tiga tingkatan, yaitu tingkatan mata, tingkatan otak dan tingkatan hati… !!! Seorang anak kecil melihat bintang di langit akan bilang bahwa bintang itu kecil… karena ia hanya menggunakan matanya… !!!  

Sebaliknya … seorang pandai akan mengatakan bahwa bintang itu besar.. karena ia berpengetahuan dan menggunakan otaknya… !!!

Kemudian apa tingkatan hati… ???

Orang pandai yang melihat bintang di langit.. ia akan tetap mengatakan bahwa bintang  itu kecil… walau ia tahu bintang itu besar.. !!! Karena ia tahu dan mengerti tidak ada sesuatu apapun yang besar jika dibandingkan dengan Allah yang Maha Besar… !!!

Kemudian … murid tersebut menanyakan… “Wahai Guru… bagaimana mendapatkan ampunan dari Allah mengingat dosa-dosa yang begitu besar… ???”. Bisa… dengan melalui pujian dan doa… kata Abu Nawas… !!! Ajarkan doa itu wahai Guru… pinta murid Abu Nawas… !!!

Illahi lastu lil firdausi ahlan, walaa aqwa’ alannaril jahiimi, fahabli taubatan waqhfir dzunuubi, fa innaka ghafiruz dzambil adziimi ….

"Wahai Tuhanku, aku ini tidak pantas menjadi penghuni surga. namun aku tidak akan kuat terhadap panasnya api neraka. Oleh sebab itu terimalah tobatku dan ampunilah dosa-dosaku. Sesungguhnya hanya Engkau pengampun dosa-dosa besar…"

KISAH BEZA DOSA BESAR DAN KECIL

Dua orang pembuat dosa mendatangi hamba Tuhan yang bijak dan meminta nasehatnya.

"Kami telah melakukan suatu dosa," kata mereka dan suara hati kami terganggu.

"Apa yang harus kami lakukan ?" 

"Katakanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan salah mana yang telah kamu lakukan, Anakku," kata hamba Tuhan tersebut.

Pemuda pertama mengatakan ,"Saya melakukan suatu dosa yang berat dan mematikan."

Pemuda kedua berkata,"Saya telah melakukan beberapa dosa ringan, yang tidak perlu dicemaskan."

"Baik," kata hamba Tuhan tersebut, "Pergilah dan bawalah kepadaku sebuah batu untuk setiap dosa yang telah kamu lakukan !"

Pemuda pertama kembali dengan memikul sebuah batu yang amat besar. Pemuda kedua dengan senang membawa satu tas berisi batu-batu kecil.

"Sekarang," kata hamba Tuhan tersebut, "Pergilah dan kembalikan semua batu itu tepat dimana kamu telah menemukannya!"

Pemuda pertama mengangkat batu besar itu dan memikulnya kembali ke tempat dimana ia telah mengambilnya. Pemuda kedua tidak dapat mengingat lagi tempat dari setengah jumlah batu yang telah diambilnya, maka ia menyerah saja dan membiarkan batu-batu itu berada didalam karungnya. Katanya, "Itu pekerjaan yang sulit."

Dosa itu seperti batu-batu itu, kata hamba Tuhan bijak tersebut, jika seseorang melakukan suatu dosa berat, hal itu seperti sebuah batu besar dalam suara hatinya, tetapi dengan penyesalan yang sejati, memohon ampun dan mengakui nama Tuhan, maka kesalahannya diampuni seluruhnya oleh Tuhan.

Tetapi Pemuda yang terus menerus melakukan dosa-dosa ringan dan ia tahu itu salah, namun semakin membekukan suara hatinya dan ia tidak menyesali sedikitpun, maka ia tetap sebagai seorang pendosa. Ia sulit membuang batu-batu itu kembali ke tempatnya dan terus menerus membawanya seumur hidup.

"Maka ketahuilah,anak-anakku," nasihat hamba Tuhan itu, "adalah sama untuk menolak dosa-dosa ringan seperti menolak dosa-dosa berat !"

Isnin, Mei 09, 2016

MUTIARA KALAM SOLAHUDDIN AL AYYUBI

Pemerintah Islam yang mutadyyin ini meninggalkan mutiara kata yang sangat berkesan :
1. Saya meminta KEKUATAN, dan Allah memberi saya KESULITAN untuk membuat saya KUAT.
2. Saya bertanya tentang KEBIJAKSANAAN, dan Allah memberi saya MASALAH untuk DISELESAIKAN.
3. Saya meminta untuk KEMAKMURAN, dan Allah memberi saya TENAGA untuk BEKERJA.
4. Saya meminta KEBERANIAN, dan Allah memberi saya BAHAYA untuk DIATASI
5. Saya meminta CINTA, dan Allah memberi saya orang-orang yg BERMASALAH untuk DIBANTU.
6. Saya meminta NIKMAT, dan Dia memberi saya PELUANG.
7. Saya tidak meminta sesuatupun untuk diri saya, tetapi saya menerima SEMUA apa yang saya perlukan.

Selasa, Mei 03, 2016

TEGURAN RAHSIA SEORANG GURU - IMAM AHMAD HANBAL

﷽ 📚 
 ~ Harun ibn ‘Abdillah, seorang ulama Ahli Hadith yang juga pedagang kain di Kota Baghdad bercerita: Suatu hari, 

Saat malam beranjak larut, pintu rumahku di ketuk. “Siapa..?”, tanyaku. “Ahmad”, jawab orang di luar perlahan. “Ahmad yang mana..?” tanyaku makin penasaran. “Ibn Hanbal”, jawabnya perlahan. SubhanaLLAH, itu guruku..!, kataku dalam hati. 

Maka kubuka pintu. Kupersilakan beliau masuk, dan kulihat beliau berjalan terjingkit-jingkit, seolah tidak ingin terdengar langkahnya. Saat kupersilakan untuk duduk, beliau menjaga agar kerusinya tidak berderit mengeluarkan suara. “Wahai guru, ada urusan yang penting apakah sehingga dirimu mendatangiku selarut ini..?” 

“Maafkan aku ya Harun. Aku tahu biasanya engkau masih terjaga meneliti Hadith selarut ini, maka aku pun memberanikan diri mendatangimu. Ada hal yang mengusik hatiku sedari siang tadi.” 

Aku terkejut. Sejak siang..? “Apakah itu wahai guru?” “Mmmm begini…” suara Ahmad ibn Hanbal sangat pelan, nyaris berbisik. “Siang tadi aku lalu di samping Majlismu, saat engkau sedang mengajar murid-muridmu. Aku saksikan murid-muridmu terkena terik sinar mentari saat mencatat Hadith-hadith, sementara dirimu bernaung di bawah bayangan pepohonan. Lain kali, janganlah seperti itu wahai Harun. Duduklah dalam keadaan yang sama sebagaimana murid-muridmu duduk..!” Aku tercengang , tak mampu berkata… 

Maka beliau berbisik lagi, lalu minta izin balik dan melangkah kaki terjingkit2 dan menutup pintu dgn hati-hati. Masha'ALLAH .. Inilah guruku Ahmad ibn Hanbal, begitu mulianya akhlak beliau dalam menyampaikan nasihat. Beliau boleh saja membetulkan kesalahanku saat melintasi Majlisku. Tapi itu tidak dilakukannya demi menjaga wibawaku di hadapan murid-muridku. Beliau juga rela menunggu hingga larut malam agar tidak ada orang lain yang mengetahui kesalahanku. Bahkan beliau berbicara dengan suara yang sangat pelan dan berjingkat saat berjalan, agar tidak ada anggota keluargaku yang terjaga. Lagi-lagi demi menjaga wibawaku sebagai imam dan teladan bagi keluargaku. 

Teringat perkataan Imam Asy Syafi’e : “Nasihati aku saat sendiri, jangan di saat ramai dan banyak saksi. Sebab nasihat di tengah khalayak, terasa hinaan yang membuat hatiku pedih dan koyak; Maka maafkan jika hatiku berontak.” 💟 Mudah2an bermanfaat ~